Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Evaluasi Pembelajaran, Mensos Perkuat Pendataan Siswa Sekolah Rakyat

3 min read
Evaluasi Pembelajaran, Mensos Perkuat Pendataan Siswa Sekolah Rakyat
Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Sekolah Rakyat. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Mensos Saifullah Yusuf memperkuat pendataan Sekolah Rakyat lewat pelatihan Dapodik agar perkembangan siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi dasar evaluasi serta pembelajaran sesuai kebutuhan.
  • Sekolah Rakyat menargetkan anak keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah atau belum pernah bersekolah; Kemensos juga membuka pengaduan dan menindak pelanggaran tenaga kependidikan.
  • Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 44 ribu siswa di 181 titik Indonesia, dengan 93 lokasi memakai gedung permanen; Kemensos menyiapkan SDM serta sarana prasarana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, memperkuat pendataan siswa Sekolah Rakyat melalui Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah ini dilakukan untuk mendukung evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Saifullah atau akrab disapa Gus Ipul mengatakan, operator data memiliki peran strategis dalam mencatat perkembangan siswa, guru, hingga tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah untuk memantau pelaksanaan pendidikan dan menentukan langkah perbaikan.

“Data itu menjadi rujukan buat kita untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan perbaikan-perbaikan, sekaligus juga menjadi panduan untuk mendampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul kepada jurnalis di Bekasi, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Siswa sekolah rakyat berasal dari keluarga kurang mampu

    Evaluasi Pembelajaran, Mensos Perkuat Pendataan Siswa Sekolah Rakyat
    Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Menurut dia, data tersebut menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan, termasuk untuk memastikan siswa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

    “Jadi data itu sangat penting, menjadi fondasi bagi proses pengambilan keputusan, supaya kita bisa memberikan pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan setiap siswa di Sekolah Rakyat,” ujar dia.

    Saifullah menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum memperoleh akses pendidikan sebagaimana mestinya. Para siswa juga memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari anak yang putus sekolah, tidak pernah bersekolah, hingga mereka yang berpotensi putus sekolah.

    “Kita terus melatih SDM yang ada di Sekolah Rakyat karena kita tahu siswa Sekolah Rakyat ini adalah siswa-siswa istimewa," kata dia.

  2. 2. Kemensos melakukan monitoring dan evaluasi

    IMG_20261009_153011.jpg
    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (IDN Times/Imam Faishal)

    Selain memperkuat pendataan, lanjut Gus Ipul, pihaknya juga menjalankan mekanisme pengawasan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kemensos juga menyediakan kanal pengaduan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan tenaga kependidikan maupun pemangku kepentingan lainnya.

    Dia mengatakan, pihaknya telah memberhentikan dua kepala sekolah dan sejumlah guru yang terbukti melakukan pelanggaran atau tidak menjalankan tugas dengan baik.

    “Ada yang sudah kita berhentikan, kalau tidak salah ada dua kepala sekolah dan ada beberapa lagi guru yang telah terbukti melakukan pelanggaran,” kata dia.

    Menurut dia, pengawasan tersebut diperlukan agar setiap persoalan di lingkungan Sekolah Rakyat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

  3. 3. Lebih dari 44 ribu siswa mengikuti Sekolah Rakyat

    Evaluasi Pembelajaran, Mensos Perkuat Pendataan Siswa Sekolah Rakyat
    Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Hingga saat ini, kata dia, Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 44 ribu siswa yang tersebar di 181 titik di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik telah menggunakan gedung permanen.

    “Per hari ini sudah lebih dari 44.000 siswa seluruh Indonesia di 181 titik. 93 di antaranya telah menggunakan gedung permanen,” kata dia.

    DIa mengatakan, Kemensos terus berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan program tersebut.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More