Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mensos Sebut Pelibatan Kadet Unhan di Sekolah Rakyat Bukan Perpeloncoan

2 min read
Mensos Sebut Pelibatan Kadet Unhan di Sekolah Rakyat Bukan Perpeloncoan
Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan penerjunan 1.500 kadet Unhan di Sekolah Rakyat bukan perpeloncoan, melainkan pembentukan kebiasaan baik sesuai usia dan kemampuan siswa.

  • Selama dua minggu, kadet Unhan mendampingi kehidupan berasrama siswa, dari bangun tidur, ibadah, olahraga, makan, belajar, kegiatan ekstrakurikuler, hingga waktu istirahat.

  • Pendampingan menitikberatkan pada keteladanan, karakter, disiplin, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri, dengan pendekatan empati serta kesetaraan pendidikan bagi siswa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pelibatan 1.500 kadet dari Universitas Pertahanan untuk mengajar di sekolah bukan bentuk perpeloncoan, namun membentuk kebiasaan baik untuk siswa, baik di tingkat SD, tingkat SMP, dan tingkat SMA di Sekolah Rakyat.

"Kegiatan ini bukan perpeloncoan. Kegiatan ini bukan semacam orientasi yang bersifat fisik. Ini adalah usaha bersama-sama untuk membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik di lingkungan Sekolah Rakyat sesuai dengan batas-batas kemampuan dan usia siswa," ucap Mensos di hanggar Skuadron Udara 18 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Kadet Unhan berikan role model

    Ribuan Kadet Masuk Sekolah Rakyat, Mensos: Bukan Perpeloncoan
    Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Gus Ipul berharap para kadet Unhan memanfaatkan waktu selama dua minggu, untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati, dan menjunjung kesetaraan dalam pendidikan.

    "Ini adalah amanat dari Bapak Presiden yang harus kita terjemahkan dengan baik di lapangan. Kehadiran teman-teman kadet sungguh satu dukungan yang luar biasa bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Karena siswa Sekolah Rakyat butuh keteladanan, butuh role model, butuh bimbingan yang nyata untuk masa depan mereka," kata Mensos.

  2. 2. Kadet Unhan dampingi siswa Sekolah Rakyat selama dua minggu

    Ribuan Kadet Masuk Sekolah Rakyat, Mensos: Bukan Perpeloncoan
    Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Anton Nugroho, mengatakan selama dua minggu, kadet Unhan akan memberikan pendampingan dalam kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat. Mulai dari bangun tidur, kegiatan agama, olahraga, makan pagi, belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, sampai istirahat.

    "Kita dampingi terus tiap hari selama dua minggu. Meskipun waktu itu tidak terlalu lama, dua minggu, tapi harapan kami ada perubahan yang bisa terjadi di Sekolah Rakyat itu," katanya.

  3. 3. Kadet akan bangun karakter, kedisiplinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri

    Ribuan Kadet Masuk Sekolah Rakyat, Mensos: Bukan Perpeloncoan
    Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Anton mengatakan para kadet akan memberikan arahan terkait masalah karakter, kedisiplinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri pada siswa Sekolah Rakyat.

    "Karena mereka-mereka itu kan dari orang-orang istimewa yang dari keluarga yang tidak mampu. Kita harus bisa memotivasi mereka, meng-encourage mereka supaya mereka percaya diri, dan mereka merasa tidak dibedakan dengan orang umum, dengan orang lain. Itu kita proseskan pelan-pelan pendampingan beserta dengan kepala sekolahnya," katanya.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More