Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Harus Bebas Bullying dan Kekerasan

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat harus mencegah perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi di lingkungan pendidikan dan asrama.
Sebanyak 1.500 kadet Universitas Pertahanan diterjunkan bukan untuk perpeloncoan, melainkan membangun kebiasaan positif sesuai usia dan kemampuan siswa SD, SMP, serta SMA.
Selama dua minggu, kadet Unhan mendampingi aktivitas harian siswa di asrama dan sekolah, dengan harapan menjadi teladan serta memberikan bimbingan nyata.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mewanti-wanti kepada ribuan kadet atau calon perwira militer Universitas Pertahanan (Unhan), yang akan diterjunkan di Sekolah Rakyat, untuk mencegah berbagai bentuk bully dan kekerasan dalam asrama.
"Di dalam dunia pendidikan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi, harus kita cegah, agar tidak terjadi apa yang disebut dengan bullying, perundungan, tidak boleh terjadi kekerasan fisik dan seksual, dan yang ketiga tidak boleh terjadi intoleransi," ucap Mensos di hanggar Skuadron Udara 18 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).
1. Kehadiran kadet Unhan bukan untuk plonco

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Gus Ipul menegaskan pelibatan 1.500 kadet Unhan bukan bentuk perpeloncoan, namun membentuk kebiasaan baik untuk siswa Sekolah Rakyat, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA.
"Kegiatan ini bukan perpeloncoan. Kegiatan ini bukan semacam orientasi yang bersifat fisik. Ini adalah usaha bersama-sama untuk membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik di lingkungan Sekolah Rakyat, sesuai dengan batas-batas kemampuan dan usia siswa," ucap Mensos.
2. Kadet bisa jadi role model

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Gus Ipul berharap para kadet Unhan memanfaatkan waktu selama dua minggu untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati dan menjunjung kesetaraan dalam pendidikan.
"Ini adalah amanat dari Bapak Presiden yang harus kita terjemahkan dengan baik di lapangan. Kehadiran teman-teman kadet sungguh satu dukungan yang luar biasa bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Karena siswa Sekolah Rakyat butuh keteladanan, butuh role model, butuh bimbingan yang nyata untuk masa depan mereka," katanya.
3. Kadet mendampingi siswa selama dua minggu

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Anton Nugroho menegaskan, selama dua minggu, kadet Unhan akan memberikan pendampingan dalam kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat. Mulai dari bangun tidur, kegiatan agama, olahraga, makan pagi, belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, hingga istirahat.
"Kita dampingi terus tiap hari selama dua minggu. Meskipun waktu itu tidak terlalu lama, dua minggu, tapi harapan kami ada perubahan yang bisa terjadi di Sekolah Rakyat itu," katanya.





















