Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Kalimantan Barat Diulang
Pimpinan MPR RI dalam jumpa pers terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar di Kalbar. (IDN Times/Amir Faisol)
  • MPR RI memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat setelah muncul polemik penjurian yang menuai kritik publik.
  • Ketua MPR Ahmad Muzani memastikan juri lama tidak dilibatkan lagi dan lomba ulang akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dengan juri independen dari kalangan akademisi.
  • Kontroversi bermula dari perbedaan penilaian juri terhadap jawaban dua tim sekolah, yang memicu protes peserta dan menjadi sorotan di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Juni 2026

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Kalimantan Barat akan diulang. Ia menegaskan dua juri sebelumnya tidak akan dilibatkan dan lomba ulang akan diawasi pimpinan MPR dengan juri independen.

kini

MPR RI tengah mempersiapkan pelaksanaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat setelah polemik penjurian yang menuai perhatian publik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    MPR RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah muncul polemik penjurian yang menimbulkan kecaman publik.
  • Who?
    Ketua MPR RI Ahmad Muzani, para peserta lomba termasuk Josepha Alexandra, serta dua dewan juri sebelumnya yaitu Dyastasita dan Indri Wahyuni.
  • Where?
    Pengumuman disampaikan di Gedung MPR RI Jakarta, sedangkan lomba berlangsung di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 13 Juni 2026. Jadwal pelaksanaan ulang babak final akan ditetapkan dalam waktu dekat.
  • Why?
    Lomba diulang karena adanya perbedaan penilaian juri terhadap jawaban peserta yang dinilai sama, sehingga menimbulkan protes dan sorotan publik.
  • How?
    MPR RI akan menunjuk dewan juri independen dari kalangan akademisi dan memastikan pengawasan langsung oleh pimpinan MPR selama pelaksanaan ulang babak final tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, tapi finalnya mau diulang karena ada masalah nilai dari juri. Ketua MPR namanya Pak Ahmad bilang nanti lomba ulang pakai juri baru yang adil. Ada peserta namanya Josepha yang berani protes karena merasa tidak adil. Sekarang MPR lagi siapin lomba ulangnya supaya semua senang dan jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan MPR RI untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalimantan Barat menunjukkan komitmen terhadap keadilan dan transparansi dalam proses penilaian. Pelibatan juri independen dari kalangan akademisi serta pengawasan langsung pimpinan MPR memperkuat integritas lomba, sementara apresiasi terhadap peserta yang berani menyuarakan pendapat mencerminkan semangat demokrasi yang sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah polemik penjurian yang menuai kecaman publik beberapa terakhir ini.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan, babak final LCC akan digelar dalam waktu dekat ini. Dia memastikan, kedua dewan juri sebelumnya tidak lagi dilibatkan dalam lomba ulang tersebut.

"Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," kata Muzani di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (13/6/2026).

Muzani mengatakan, MPR RI menggandeng dewan juri independen yang berasal dari kalangan akademisi. Dia juga memastikan, babak final LCC tersebut nantinya akan diawasi secara ketat oleh pimpinan MPR RI.

"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," kata dia.

Muzani turut mengapresiasi kepada peserta lomba yang berani menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan atas jawaban yang dianulir dewan juri dalam lomba itu. Menurut dia, peserta bernama Josepha Alexandra menjadi cermin dari kebebasan berbicara dalam demokrasi karena berani memprotes dewan juri atas perlakuan yang tidak adil.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik," kata dia.

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan di media sosial setelah muncul perbedaan penilaian dari dewan juri terhadap jawaban yang dinilai sama. Dalam sesi pertanyaan rebutan, pembawa acara menanyakan proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta diresmikan oleh Presiden. Namun, salah satu juri, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut. Pertanyaan yang sama kemudian kembali dibacakan dan dijawab Grup B dari SMAN 1 Sambas dengan redaksi yang serupa, lalu Dyastasita memberikan nilai 10 dengan alasan inti jawaban sudah benar.

Keputusan itu langsung diprotes oleh Grup C karena merasa jawaban mereka sama dengan Grup B. Dyastasita menilai, jawaban Grup C tidak menyebutkan DPD, sedangkan peserta Grup C bersikeras bahwa unsur tersebut sudah mereka sampaikan. Meski peserta kembali menegaskan bahwa mereka telah menyebut DPD, Dyastasita tetap mempertahankan keputusan dewan juri dengan menyatakan bahwa juri tidak mendengar penyebutan DPD dalam jawaban awal.

Saat Grup C meminta agar penonton turut menilai apakah jawaban mereka benar atau tidak, dewan juri menolak dan menegaskan keputusan tetap berada di tangan juri. Juri lain, yaitu Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, kemudian mengingatkan pentingnya artikulasi dalam menjawab pertanyaan.

Menurut dia, apabila juri tidak mendengar jawaban dengan jelas, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai, sehingga peserta diminta lebih jelas dalam pengucapan saat menjawab.

Editorial Team