Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kecelakaan Truk di Mesir, 18 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Kecelakaan Truk di Mesir, 18 Orang Tewas Termasuk Anak-anak
ilustrasi kecelakaan di jalan raya (pexels.com/Julien)
  • Dua truk pikap pengangkut buruh tani harian bertabrakan di Al-Dawawis, Ismailia, Mesir, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai sekitar 30 lainnya.
  • Mayoritas korban tewas merupakan anak-anak berusia 13–14 tahun, dengan korban termuda berusia 10 tahun; mereka berasal dari desa-desa di Sharqiya dan bekerja di lahan pertanian Ismailia.
  • Presiden Abdel Fattah el-Sisi memerintahkan penyelidikan segera, sementara kementerian terkait menyiapkan bantuan bagi korban; kecelakaan lalu lintas dan lemahnya perlindungan buruh informal menjadi masalah di Mesir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 18 orang tewas ketika dua truk pikap yang mengangkut buruh tani harian bertabrakan di wilayah utara Mesir pada Selasa (11/8/2026). Sebagian besar korban adalah anak di bawah umur.

Menurut laporan media lokal, kecelakaan tersebut terjadi di jalan penghubung di kawasan Al-Dawawis, kegubernuran Ismailia. Sekitar 30 orang lainnya juga terluka dalam insiden tersebut. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit di kota terdekat, El-Kassasin.

"Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak berusia 13 dan 14 tahun," kata seorang petugas medis di rumah sakit. Ia menyebutkan bahwa korban paling muda berusia 10 tahun.

  1. 1. Presiden Mesir instruksikan penyelidikan segera

    ilustrasi kecelakaan (pexels.com/Artyom Kulakov)
    ilustrasi kecelakaan (pexels.com/Artyom Kulakov)

    Pejabat keamanan setempat mengatakan bahwa sebagian besar korban berasal dari dua desa di kegubernuran Sharqiya di Delta Nil. Mereka diketahui bekerja di sebuah lahan pertanian di Ismailia.

    Menurut data resmi, sedikitnya 1,3 juta anak di bawah umur terlibat dalam berbagai bentuk pekerja anak di Mesir. Mereka juga kerap menjadi korban kecelakaan saat bepergian menggunakan kendaraan umum.

    Sementara itu, Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, telah menginstruksikan pihak berwenang untuk segera menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Kementerian Solidaritas Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja juga menyatakan akan memberikan bantuan keuangan kepada keluarga korban tewas dan para pekerja yang terluka.

  2. 2. Kesaksian korban selamat

    ilustrasi kecelakaan (pexels.com/mali maeder)
    ilustrasi kecelakaan (pexels.com/mali maeder)

    Dilansir The New Arab, Jomana Waleed, salah satu korban selamat, menceritakan bahwa dirinya sedang tertidur ketika truk pikap yang ditumpanginya bersama saudara-saudaranya mengalami kecelakaan.

    "Tiba-tiba saja kami sudah terbalik di tanah," tutur perempuan berusia 16 perempuan tersebut.

    Saudara perempuannya meninggal dunia tepat di sampingnya. Kata-kata terakhirnya adalah “Aku ingin bertemu Mama."

    Nenek mereka, Nour Ahmed Abdulkader, mengatakan bahwa Waleed mengalami cedera punggung ringan dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Selasa. Sementara itu, saudara laki-lakinya, Mohamed, dipindahkan ke rumah sakit lain.

  3. 3. Kecelakaan lalu lintas umum terjadi di Mesir

    ilustrasi kecelakaan (unsplash.com/Ante Hamersmit)
    ilustrasi kecelakaan (unsplash.com/Ante Hamersmit)

    Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), sektor informal mencakup hampir 67 persen lapangan kerja di Mesir dan mendominasi hampir seluruh sektor pertanian. Diperkirakan antara 8 juta hingga 13 juta orang bekerja sebagai buruh harian tidak tetap, yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian, konstruksi, dan manufaktur. Mereka tidak memiliki perlindungan yang memadai terkait upah maupun keselamatan kerja.

    Sementara itu, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di Mesir akibat kurangnya penegakan aturan lalu lintas dan kondisi jalan yang buruk. Menurut badan statistik negara tersebut, angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas telah meningkat lebih dari 10 persen. Anak-anak di bawah usia 15 tahun tercatat sebagai kelompok yang paling banyak menjadi korban, dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More