Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Food Estate Wanam Dinilai Perkuat Kedaulatan Pangan RI
Anggota DPR RI asal NTB Johan Rosihan. (IDN Times/Istimewa)

  • Proyek food estate Wanam di Merauke mendapat dukungan luas karena dianggap memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis global dan ketidakpastian rantai pasok dunia.
  • Anggota DPR menegaskan pentingnya penguatan produksi pangan dalam negeri agar Indonesia tidak bergantung pada impor, sekaligus menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan kedaulatan bangsa.
  • Tokoh adat Merauke, Mama Sinta, kini mendukung kelanjutan PSN Wanam setelah sebelumnya menolak, dengan harapan proyek ini dapat membuka peluang kerja dan memperbaiki kondisi keluarganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Papua Selatan ada tempat namanya Wanam yang mau dibuat sawah besar supaya orang Indonesia punya banyak makanan sendiri. Pak Johan dan Pak Panggah bilang ini penting biar tidak beli makanan dari luar negeri. Dulu Mama Sinta sempat tidak setuju, tapi sekarang dia sudah mau dukung proyek itu dan minta maaf ke pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan terus menguat. Program lumbung pangan nasional itu dinilai menjadi langkah penting memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis global.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan menegaskan, pembangunan sektor pangan harus menjadi prioritas strategis negara. Menurut dia, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor pangan di tengah ancaman perang, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok dunia.

"Semangat mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan nasional memang harus menjadi prioritas strategis negara, apalagi di tengah ketidakpastian global, perang, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok pangan dunia," kata Johan kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Ia menilai, food estate Wanam menjadi momentum penting membuktikan pembangunan pangan nasional dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap masyarakat adat.

1. Penguatan produksi dalam negeri jadi prioritas

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan. (Dok. PKS)

Menurut dia, pangan bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Johan menegaskan, penguatan produksi pangan domestik menjadi kebutuhan mendesak agar Indonesia tidak terjebak dalam ketergantungan impor.

Menurut dia, pangan bukan sekadar kebutuhan ekonomi, tetapi menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlangsungan hidup masyarakat.

"Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor pangan dari negara lain karena pangan menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlangsungan hidup rakyat," ujar Johan.

2. Food Estate Wanam dinilai penting untuk ketahanan pangan jangka panjang

Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto saat ditemui di sela acara pembekalan bacaleg Partai Golkar di Patra Hotel and Convention Center Semarang, Selasa (5/9/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menilai proyek cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, sangat penting untuk menjawab kebutuhan pangan nasional di masa depan.

"Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk antisipasi kebutuhan pangan yang meningkat, dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain," kata Panggah kepada wartawan, Jumat (21/5/2026).

Ia menambahkan, proyek food estate juga dapat mengoptimalkan lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah.

"Selain itu untuk capaian ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah secara simultan juga dengan mengoptimalkan lahan yang ada," kata dia.

3. Mama Sinta kini mendukung kelanjutan PSN Wanam

Presiden Prabowo Subianto Tinjau Area Lumbung Pangan di Merauke (dok. Sekretariat Presiden)

Tokoh perempuan adat Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan PSN Wanam.

Ia mengaku kecewa karena merasa dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menolak proyek tersebut. Kini, ia memilih mengambil keputusan sendiri dan berharap mendapatkan pekerjaan untuk memperbaiki kondisi keluarganya.

"Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya ingin direhab karena sudah tidak layak lagi," kata dia.

Mama Sinta juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah terkait berbagai pernyataan sebelumnya yang menyerang pembangunan PSN di Papua.

"Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada," ujarnya.

Editorial Team