Palu, IDN Times - Setelah gempa dengan kekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang dengan pusat di Donggala, Sulawesi Tengah terjadi fenomena alam yang mengerikan di beberapa wilayah. Seolah-olah menjadi air, tanah bergejolak dan menelan apapun yang ada di permukaan.
Fenomena alam ini dikenal dengan istilah likuifaksi. Salah satu wilayah yang hancur paling parah akibat gempa dan likuifaksi adalah Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Di sini, bumi menelan rumah, kendaraan, hingga pohon.
Berikut adalah foto-foto bagaimana kondisi Kampung Petobo hancur setelah gempa bumi yang terjadi Jumat 28 September lalu:
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[FOTO] Kala Bumi Menelan Kampung Petobo, Palu
![[FOTO] Kala Bumi Menelan Kampung Petobo, Palu](https://image.idntimes.com/post/20181003/0e5a7c60aa12bce57e62dbd38e1cdcf4.jpg)
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
1. Warga Petobo mencari barang yang tersisa dari puing-puing rumah mereka
2. Kondisi rumah yang hancur setelah digoyang gempa dan likuifaksi
3. Puing-puing rumah warga di Kampung Petobo, Palu
4. Petugas sedang membersihkan puing-puing rumah dengan alat berat
5. Sebuah mobil ikut "ditelan" bumi di Kampung Petobo
6. Kondisi bangunan dan jalanan yang rusak "ditelan" bumi
7. Anggota tim penyelamat mencari korban gempa dan tsunami di kawasan Kampung Petobo
Curated For You
- Penjelasan BNPB Terkait Fenomena Likuifaksi yang Menghebohkan30 Sep 2018, 19:15 WIB
- Balasan Suara dari Kamar 209 Hotel Roa Roa di Palu02 Okt 2018, 16:50 WIB
Editorial Team
EditorIta Lismawati F Malau
Related Article
Hari Ini Febrie Adriansyah Mulai Gabung Tahanan Lain di Rutan KPK Usai Isolasi27 Jul 2026, 15:28 WIB
Polres Buleleng Beri Trauma Healing Anak Korban Pencurian Ayam27 Jul 2026, 15:27 WIB
65 Pemohon, Ini Daftar Daerah Pengaju Poligami Terbanyak di Jatim27 Jul 2026, 15:22 WIB
Kebakaran Hanguskan 8 Hektare Lahan Perbukitan Imogiri Bantul27 Jul 2026, 15:21 WIB
Wamen PPPA Desak Penegak Hukum Pakai Perspektif Gender27 Jul 2026, 15:21 WIB
Bos BGN: SPPG Tak Boleh Pakai Gas Melon hingga Minyak Kita untuk MBG27 Jul 2026, 15:20 WIB
Ngaku Anggota Buser, Buruh Harian di Pesawaran Peras Petani Rp1,5 Juta27 Jul 2026, 15:20 WIB
Cuaca Bikin Bingung, Kemarau tapi Hujan Masih Turun27 Jul 2026, 15:20 WIB
Munas BEM SI XIX: Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Hadapi Geopolitik27 Jul 2026, 15:17 WIB
Pengelola Selidiki Identitas Pria Pembawa Senapan di Gunung Dempo27 Jul 2026, 15:11 WIB
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga di Banyumas: Dia Tak Pernah Cerita27 Jul 2026, 15:07 WIB
Sekolah Disiapkan Jadi Pusat Pembelajaran Konversi Motor BBM ke Listrik27 Jul 2026, 15:07 WIB
Bos BGN Hentikan Permanen 883 SPPG: Pastikan Gak Bakal Dibayar27 Jul 2026, 15:05 WIB
Belum Wisuda Sudah Dipesan? Ini Rahasia 92 Persen Lulusan PUtech Semarang Langsung Kerja27 Jul 2026, 15:00 WIB
Masyarakat Sipil Bentuk Kabinet Bayangan karena Aspirasi Tak Didengar27 Jul 2026, 14:53 WIB
Camat Menteng Tak Tahu Pemilik Lahan Kosong di Lokasi Bentrok Tambak27 Jul 2026, 14:53 WIB
Zulhas Akui Butuh Waktu Lama Perbaiki Kelebihan Penerima Manfaat MBG27 Jul 2026, 14:50 WIB
KPK Geledah Rumah Seorang Kontraktor di Lombok Timur, Korupsi Apa?27 Jul 2026, 14:41 WIB
Polda Jabar Bongkar Dua Kasus Trading Bodong, Korban Rugi Rp4,86 Miliar27 Jul 2026, 14:41 WIB
Bersih-bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai Non-ASN27 Jul 2026, 14:37 WIB