Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Ngaku Tak Menyesal Sudah Berperang dengan Iran

Trump Ngaku Tak Menyesal Sudah Berperang dengan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh pembawa acara NBC News, Tom Llamas, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 4 Februari 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menyatakan tidak menyesal memulai perang AS-Iran, menyebut langkah itu tepat untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
  • Perang yang dimulai 28 Februari berpotensi menekan suara Partai Republik pada pemilu sela 3 November 2026 karena biaya perang mengguncang ekonomi dan menaikkan harga.
  • Konflik AS-Iran yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan masih berlanjut dengan aksi saling serang pekan lalu, meski intensitasnya menurun dan Trump berulang kali memprediksi perang segera berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaku tidak menyesal sudah memulai perang dengan Iran. Meski keputusan tersebut banyak yang menentang dan berpotensi memengaruhi hasil pemilihan umum sela AS pada 3 November 2026 mendatang, Trump mengatakan bahwa berperang dengan Iran merupakan langkah yang tepat untuk meredam program senjata nuklir mereka. 

"Saya tidak percaya pada kata 'menyesal.' Anda selalu bisa sedikit mempertanyakan diri sendiri. Jika saya bisa mengulanginya lagi, saya akan melakukan persis seperti apa yang sudah saya lakukan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara Fox News, Laura Ingraham, yang disiarkan pada Kamis (10/9/2026), seperti dikutip Jerusalem Post

  1. 1. Trump menyebut para pendukungnya tidak menentang perang AS-Iran

    Para pendukung Donald Trump.
    potret para pendukung Donald Trump (pexels.com/Michael Anthony)

    Dalam wawancara tersebut, Trump juga mengatakan bahwa para pendukungnya sama sekali tidak ada yang menentang perang antara AS dan Iran. Menurut Trump, pendukungnya justru mendukung Washington untuk memerangi Teheran. Sebab, mereka juga tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir. Jadi, menurutnya, anggapan orang akan keputusan Trump untuk berperang dengan Iran selama ini keliru. 

    "Saya rasa mereka tidak patah semangat. Saya rasa mereka sangat bangga karena saya tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," lanjut Trump dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa perang antara AS dan Iran akan segera usai setelah pemilihan sela AS pada November mendatang. 

  2. 2. Perang AS dan Iran berpotensi memengaruhi suara Partai Republik pada pemilu sela

    Logo Partai Republik, Amerika Serikat.
    potret logo Partai Republik, Amerika Serikat (unsplash.com/Kelly Sikkema)

    Perang antara AS dan Iran sendiri berpotensi memengaruhi jumlah perolehan suara partai pendukung Trump, Partai Republik, pada pemilu sela mendatang. Sebab, meski Trump sudah membantah, warga AS yang menjadi pendukung Trump disebut sangat kecewa karena ia telah memulai perang dengan Iran pada 28 Februari lalu. 

    Perang dengan Iran telah membuat kondisi ekonomi AS terguncang. Sebab, perang tersebut membutuhkan biaya hingga miliaran dolar AS atau triliunan rupiah. Sebagian besar anggaran AS sudah digelontorkan hanya untuk perang tersebut. Selain itu, perang dengan Iran juga membuat harga bahan bakar dan bahan pokok di AS naik karena Iran menutup Selat Hormuz. Hal inilah yang lantas membuat pendukung Trump geram dan berencana tidak memilih Partai Republik pada pemilu sela mendatang. 

  3. 3. Perang AS dan Iran masih berlanjut hingga saat ini

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Hingga saat ini, perang antara AS dan Iran belum benar-benar usai. Sebab, Washington dan Teheran pada pekan lalu kembali terlibat aksi saling serang. Padahal, perang antara kedua negara kini sudah berjalan sekitar 7 bulan. 

    Dalam pernyataannya, Trump memang kerap melontarkan klaim optimistisme bahwa perang antara AS dan Iran akan segera berakhir. Beberapa bulan yang lalu, ia bahkan mengklaim bahwa perang dengan Iran hanya akan bertahan seminggu lagi. Namun, semua itu hanya klaim belaka. Sebab, relaitanya, perang masih terjadi hingga saat ini. Meski demikian, perang antara AS dan Iran sudah tidak seintens beberapa bulan yang lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More