Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyebut kasus gagal ginjal akut yang terjadi pada 2022 sebagai sejarah kelam dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
Taruna menegaskan, BPOM berkomitmen memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni memperketat penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) untuk memastikan produk terbebas dari cemaran sebelum mendapatkan sertifikat.
"Ini sejarah kelam tahun 2022 dan kami bertekad ini tidak akan terjadi lagi untuk masa-masa depan. Salah satu poin yang paling ketat kami perketat dalam yang disebut dengan Good Manufacturing Practice," ujar Taruna dalam Forum Menenun Kebijakan, Senin (14/9/2026).
