Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Mau Cabut Status Kewarganegaraan Pembuat Film Dokumenter Gaza

Israel Mau Cabut Status Kewarganegaraan Pembuat Film Dokumenter Gaza
potret pembuat Film NAZA, Yuval Abraham (kanan) dan Rachel Szor (kiri) (commons.wikimedia.org/Ondine Goat)
  • Pemerintah Israel menyatakan akan mencabut kewarganegaraan Yuval Abraham dan Rachel Szor, kreator dokumenter “NAZA”, yang dituduh menyebarkan fitnah dan mengkhianati negara.
  • Film berdurasi 80 menit itu menampilkan kehancuran Gaza, dampak serangan IDF terhadap warga, serta hal-hal yang disebut selama ini dirahasiakan Israel sejak serangan 7 Oktober 2023.
  • “NAZA” meraih penghargaan di Venice Film Festival, sementara IDF dilaporkan kembali menyerang Gaza barat, menewaskan dua warga Palestina dan melukai 13 lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel mengatakan akan segera mencabut kewarganegaraan warganya yang menjadi pembuat film dokumenter soal genosida di Gaza. Sebab, Tel Aviv menganggap film yang berjudul “NAZA” itu hanya berisi fitnah dan kebohongan belaka yang mencoreng citra mereka di kancah internasional. 

“Justru karena alasan inilah saya memimpin reformasi penting di bidang perfilman agar warga Israel tidak perlu lagi membayar dari kantong mereka sendiri atas kerugian yang diderita tentara IDF dan Negara Israel. Sebagai Menteri Kebudayaan, saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari para kreator tercela ini karena pengkhianatan terhadap negara,” kata Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, pada Minggu (13/9/2026), seperti dilansir Anadolu Agency

  1. 1. Film NAZA dibuat oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor

    Pembuat Film NAZA, Yuval Abraham (kanan) dan Rachel Szor (kiri).
    potret pembuat Film NAZA, Yuval Abraham (kanan) dan Rachel Szor (kiri) (commons.wikimedia.org/Ondine Goat)

    Film “NAZA” sendiri resmi dirilis pada Kamis (10/9/2026) pekan lalu. Film berdurasi 80 menit ini dibuat oleh kreator film asal Israel bernama Yuval Abraham and Rachel Szor. Keduanya membuat film tersebut untuk memperlihatkan betapa kejinya serangan Israel di Gaza. Film ini mendapatkan penilaian yang cukup bagus dari situs IMDB, yakni 7,9 dari 10. 

    Film “NAZA” memperlihatkan kehancuran bangunan-bangunan di Gaza secara real life akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Selain itu, film dokumenter ini juga memperlihatkan bagaimana kondisi warga Gaza yang terdampak semua serangan tersebut dan memperlihatkan apa saja hal yang selama ini dirahasiakan Israel sejak melakukan serangan ke Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu. 

  2. 2. Film NAZA mendapatkan penghargaan di Venice Film Festival

    Penghargaan berupa piala.
    ilustrasi penghargaan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Berkat cerita dan isinya yang sangat menarik, Film “Naza” akhirnya mendapatkan penghargaan di ajang Venice Film Festival yang dihelat pada Sabtu (12/9/2026) kemarin. Bahkan, film ini mendapatkan tepuk tangan selama 25 menit dari para juri dan penonton ketika ditayangkan dalam acara tersebut. 

    Para juri dan penonton menilai Film “NAZA” sangat sarat makna. Sebab, film tersebut benar-benar membongkar kebobrokan dan kekejian Israel yang selama ini mereka lakukan terhadap warga Palestina yang tinggal di Gaza. Inilah yang akhirnya membuat Israel geram dan berjanji akan mencabut status kewarganegaraan Abraham dan Szor.

  3. 3. Israel masih menyerang Gaza hingga saat ini

    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)

    Hingga saat ini, IDF masih menyerang Israel. Serangan terakhir terjadi pada Minggu kemarin. Ketika itu, IDF menyerang Gaza barat hingga menewaskan dua warga Palestina. Sementara itu, 13 warga Palestina lainnya terluka.

    Menurut keterangan IDF, dua warga Palestina yang tewas dalam serangan terbaru mereka di Gaza barat adalah insinyur Hamas. Sebab, serangan tersebut memang ditujukan ke markas milik milisi itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More