Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

GEKRAFS Jakarta Dorong Anak SMA Ubah Hobi Jadi Peluang Usaha

3 min read
GEKRAFS Jakarta Dorong Anak SMA Ubah Hobi Jadi Peluang Usaha
GEKRAFS Young Star 2026 bertema “Young Minds, Creative Moves” di NGL Burger Joint, Blok M, Jakarta, Senin (19/10/2026). (dok. GEKRAFS)
  • GEKRAFS Jakarta mendorong pelajar SMA mengembangkan minat dan keterampilan menjadi karya bernilai ekonomi maupun sosial melalui akses ekosistem, jejaring, dan kesempatan.

  • Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian menegaskan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi anak muda, kampus, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat Indonesia di mancanegara.

  • GEKRAFS memperluas pengembangan kreativitas lewat program kampus dan inisiatif GEKRAFS School agar pelajar mengenali potensi, mengasah keterampilan, serta mulai berkarya sejak dini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) mendorong pengembangan kreativitas anak muda dimulai sejak sekolah menengah atas (SMA). Langkah ini dinilai penting agar minat dan keterampilan pelajar dapat berkembang menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial.

Ketua DPW GEKRAFS DK Jakarta, Farazandi Fidinsyah, mengatakan tantangan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya terletak pada banyaknya ide yang dimiliki anak muda, tetapi juga akses terhadap jejaring dan kesempatan untuk mengembangkannya.

“Anak muda memiliki banyak ide dan potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dipertemukan dengan ekosistem, jejaring, dan kesempatan yang tepat. GEKRAFS hadir membuka akses tersebut, agar kreativitas tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi karya dan aktivitas yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial,” ungkap Farazandi dalam GEKRAFS Young Star 2026 bertema “Young Minds, Creative Moves” di NGL Burger Joint, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

  1. 1. Ekonomi kreatif butuh kolaborasi anak muda

    GEKRAFS Jakarta Dorong Anak SMA Ubah Hobi Jadi Peluang Usaha
    GEKRAFS Young Star 2026 bertema “Young Minds, Creative Moves” di NGL Burger Joint, Blok M, Jakarta, Senin (19/10/2026)/(dok GEKRAFS).

    Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok, mulai dari generasi muda hingga pelaku usaha dan komunitas.

    “Sejatinya ekonomi kreatif tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja, tetapi membutuhkan kolaborasi antara anak muda, kampus, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat Indonesia di mancanegara,” kata Kawendra.

  2. 2. Pentingnya peran lingkungan kampus

    GEKRAFS Jakarta Dorong Anak SMA Ubah Hobi Jadi Peluang Usaha
    Biaya IUP Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM (Instagram.com/dtsugm)

    Sementara itu, Ketua GEKRAFS Kampus Nasional, Hijaz Mahesa, menekankan pentingnya peran lingkungan kampus dalam mendorong mahasiswa menjadi pencipta karya, bukan sekadar mengikuti tren.

    “GEKRAFS Kampus harus menjadi ruang bagi anak muda untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan menghasilkan karya nyata. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen tren, tetapi juga menjadi pencipta gagasan dan penggerak ekraf,” ujar Hijaz.

    Pengembangan kreativitas di lingkungan kampus juga didorong melalui program Campus Creative Culture and Art di empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

  3. 3. Buka ruang bagi pelajar untuk mengenali potensi

    GEKRAFS Jakarta Dorong Anak SMA Ubah Hobi Jadi Peluang Usaha
    Para pelajar melihat rak buku di Gramedia Jalma Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Founder Arena Series/Arena Selatan, Almer Jannatan Mizan, berharap pengembangan ekonomi kreatif dapat diperluas melalui inisiatif GEKRAFS School. Program ini diharapkan membuka ruang bagi pelajar untuk mengenali potensi, mengasah keterampilan, dan mulai menghasilkan karya sejak dini.

    “Gerakan ekonomi kreatif juga dapat diperluas ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) melalui inisiatif GEKRAFS School. Dengan begitu, pengembangan kreativitas dan pengenalan peluang ekonomi kreatif dapat dimulai sejak dini, sehingga pelajar memiliki ruang untuk mengenali potensi, mengasah keterampilan, dan berani menghasilkan karya," katanya

    Dari perspektif pelaku kreatif, Almer menilai anak muda tidak harus menunggu modal besar untuk memulai. Minat dan keterampilan yang dimiliki dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan gagasan, selama disertai keberanian mencoba dan konsistensi.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More