Jakarta, IDN Times - Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah mengakibatkan banyak korban jiwa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, 17 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sementara mencapai 68 jiwa, 231 orang luka-luka, dan lebih dari 5.000 lainnya mengungsi.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menyampaikan duka cita mendalam kepada warga terdampak gempa.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang sangat dalam, terutama kepada para warga yang terdampak gempa bumi di Ende, NTT, Sabtu (15 Agustus 2026) lalu,” ujar Ilham dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (18/8/2026).
Ilham mendorong agar para insinyur di Indonesia membantu warga dan pemerintah daerah dalam menerapkan perencanaan bangunan tahan gempa, untuk mengurangi risiko kegagalan bangunan akibat gempa bumi. PII juga mendorong penerapan sistem perancangan dan konstruksi bangunan tahan gempa, untuk mengurangi keruntuhan bangunan yang sering menjadi penyebab banyaknya korban jiwa saat gempa bumi terjadi.
