Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, PT GMF AeroAsia berhasil membuat terobosan dengan menuntaskan modernisasi pesawat C-130 Hercules A-1319. Modernisasi itu memperpanjang usia operasional C-130 selama 15 hingga 20 tahun.
"Jadi, ini adalah suatu terobosan antara Garuda dan PT DI (Dirgantara Indonesia) yang sudah diberi tugas untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam modernisasi C-130. Kita sudah memiliki suatu sikap nasionalisme, patriotisme dan sikap profesionalisme Bangsa Indonesia," ungkap Sjafrie di Hanggar 4 PT GMF AeroAsia, Cengkareng, Rabu, 19 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan PT GMF AeroAsia, pesawat C-130 Hercules A-1319 merupakan pesawat pertama yang menjalani modifikasi besar di fasilitas GMF. Salah satu perubahan yang mencolok usai dimodernisasi yaitu layar multi fungsi (MFD) menjadi digital. Sebelumnya, layar MFD pesawat Hercules A-1319 masih menggunakan jarum analog.
Dengan adanya keberhasilan ini, maka rencana untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat maintenance, repair dan overhaul (MRO) bisa segera diwujudkan. Purnawirawan Jenderal di TNI AD itu mengatakan, Kertajati tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas perawatan pesawat sipil tetapi juga pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU).
"Yang mungkin perlu menjadi atensi kita adalah bagaimana Garuda dengan GMF bisa ikut terus bersama PT DI, baik secara pengawakan maupun secara kapabilitas," katanya.
