“Tim Gabungan Kontra Terorisme Victoria yang terdiri dari polisi federal, polisi Negara Bagian Victoria, dan badan intelijen ASIO sedang menyelidiki hubungan pria tersebut dengan Australia," jelasnya, seperti dilansir The New Arab.
Diduga Ada Kaitan, Australia Ikut Investigasi Kopilot Flydubai

- Tim Gabungan Kontra Terorisme Victoria, melibatkan polisi federal, kepolisian negara bagian, dan ASIO, menyelidiki dugaan hubungan kopilot Flydubai Hammam Al-Hammami dengan Australia.
- Al-Hammami diduga pernah berkuliah di Melbourne, kemungkinan di RMIT University, serta disebut pernah mengunjungi situs radikal dan ekstremis saat berada di Australia.
- Al-Hammami diduga mencoba membajak penerbangan Flydubai Dubai-Tel Aviv pada 30 September, tetapi digagalkan pilot Smit Machchhar; mayoritas penumpang dilaporkan warga Israel.
Jakarta, IDN Times - Agensi kontra terorisme Australia saat ini sedang ikut menyelidiki kopilot pesawat Flydubai, Hammam Al-Hammami. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Kepolisian Australia yang tidak disebut namanya pada Minggu (4/10/2026). Ia menjelaskan, penyelidikan ini dilakukan karena Al-Hammami yang juga merupakan tersangka pembajakan pesawat Flydubai diduga ada hubungannya dengan Australia.
1. Al-Hammami disebut pernah berkuliah di Australia

potret Kota Melbourne, Australia (pexels.com/John Simmons) Menurut sejumlah sumber yang dihimpun pihak intelijen, Al-Hammami diketahui pernah berkuliah di Australia, tepatnya di Kota Melbourne. Melbourne sendiri merupakan Ibu Kota Negara Bagian Victoria. Namun, tidak dijelaskan kampus dan program studi apa yang diambil kopilot asal Oman tersebut.
Namun, sumber lain ada yang mengatakan bahwa Al-Hammami pernah berkuliah di RMIT University beberapa dekade lalu. RMIT sendiri merupakan kampus riset negeri di Australia yang terletak di Melbourne. Sejumlah media sudah berupaya menghubungi pihak RMIT University untuk meminta keterangan lebih lanjut soal isu ini. Sayangnya, kampus tersebut menolak untuk menjawab.
2. Media asing juga menyebut Al-Hammami ada hubungannya dengan Australia

ilustrasi media massa (pexels.com/Suzy Hazelwood) Di sisi lain, Financial Times juga menyebut Al-Hammami ada hubungannya dengan Australia. Dalam laporannya, media yang kerap membuat berita ekonomi secara mendalam tersebut mengatakan bahwa Al-Hammami pernah mengunjungi situs radikal dan ekstremis saat berada di Negeri Kangguru.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Al-Hammami memang merupakan pengikut ajaran Islam radikal dan ekstremis. Ajaran inilah yang diduga kuat memicu kopilot tersebut untuk melakukan pembajakan di pesawat Flydubai tujuan Dubai-Tel Aviv pada 30 September pekan lalu. Beruntungnya, aksi jahat tersebut tidak berhasil dilakukan karena digagalkan oleh sang pilot, Smit Machchhar.
3. Sebagian besar penumpang pesawat Flydubai merupakan warga negara Israel

potret warga Israel (unsplash.com/Yoav Aziz) Pembajakan pesawat Flydubai yang dilakukan Al-Hammami pekan lalu menuai kecaman dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sebab, sebagian besar penumpang pesawat tersebut dikabarkan merupakan warga negara Israel. Oleh karena itu, Netanyahu menyebut kopilot bermasalah seperti Al-Hammami akan dilarang terbang ke negaranya.
"Kita tahu bahwa dia (Al-Hammami) menjalani indoktrinasi radikal Islam. Tampaknya, itu adalah sesuatu yang kita kumpulkan dari informasi pribadinya," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara bersama Fox News, seperti dikutip Jerusalem Post.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















