Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Anak Krakatau Siaga, Belum Ada Ancaman ke Permukiman
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (24/8/2026). (Dok. Magma ESDM).
  • Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau berstatus siaga level III; ancaman masih terkonsentrasi di tubuh gunung dan radius aman tiga kilometer, belum mengarah ke permukiman.
  • Aktivitas vulkanik masih tinggi sehingga erupsi susulan berpotensi terjadi, tetapi waktunya belum dapat diprediksi; PVMBG memantau parameter kegempaan, deformasi, gas, kawah, dan sebaran abu secara real-time.
  • Abu erupsi terpantau mencapai sekitar 50 ribu kaki dan menyebar hingga Banten, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, serta Bengkulu; warga, terutama kelompok rentan, diimbau memakai masker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelumnya

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik hingga sekitar 50 ribu kaki. Abu terpantau menuju Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

6 September 2026

Badan Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau tetap berstatus level tiga atau siaga. Ancaman teridentifikasi masih terkonsentrasi di sekitar tubuh gunung dan radius rekomendasi.

hingga saat ini

Aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi memicu erupsi susulan, tetapi waktunya belum dapat diprediksi. Belum ada ancaman terhadap permukiman; masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau memakai masker akibat abu vulkanik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga, dengan aktivitas vulkanik masih tinggi dan potensi erupsi susulan. Abu vulkanik dari erupsi sebelumnya terpantau menyebar hingga Jakarta dan Bengkulu.
  • Who?
    Badan Geologi dan PVMBG Kementerian ESDM memantau aktivitas gunung. Kepala Badan Geologi Lana Saria serta Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menyampaikan kondisi dan imbauan kepada masyarakat.
  • Where?
    Ancaman utama terkonsentrasi di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau dalam radius rekomendasi tiga kilometer. Abu vulkanik terpantau menuju Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
  • When?
    Status Siaga dan hasil evaluasi disampaikan dalam konferensi pers virtual pada Minggu, 6 September 2026. Pemantauan aktivitas gunung dilakukan secara real-time selama 24 jam.
  • Why?
    Status Siaga dipertahankan berdasarkan evaluasi gempa, deformasi tubuh gunung, emisi gas, kondisi kawah, perubahan morfologi, serta tinggi, intensitas, dan sebaran kolom erupsi.
  • How?
    PVMBG melakukan evaluasi parameter vulkanik secara real-time. Masyarakat, terutama lansia, anak-anak, dan ibu hamil, diimbau memakai masker karena partikel abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau masih siaga dan masih bisa meletus lagi. Bu Lana bilang rumah-rumah belum terancam, karena bahaya masih dekat gunung sampai 3 kilometer. Abu dari gunung terbang sampai Jakarta dan Bengkulu. Anak-anak, orang tua, dan ibu hamil harus pakai masker supaya tidak sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan menyeluruh dan pembaruan real-time selama 24 jam menunjukkan respons kebencanaan yang terukur terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Evaluasi berbagai parameter vulkanik membantu menjaga status siaga tetap berbasis data, sementara ancaman yang teridentifikasi masih terkonsentrasi di sekitar tubuh gunung dan belum mengarah ke kawasan permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada level tiga atau siaga.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan, dengan kondisi itu, maka hingga saat ini aktivitas di Gunung Anak Krakatau belum mengancam daerah permukiman.

“Berdasarkan evaluasi menyeluruh, ancaman yang teridentifikasi saat ini masih terutama terkonsentrasi di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau dan dalam radius rekomendasi dan belum ada potensi mengancam daerah pemukiman begitu,” ujar Lana dalam konferensi pers virtual, Minggu (6/9/2026).

1. Masih ada potensi erupsi susulan

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. (Dok. Eghie Febriansyah).

Lana mengatakan, hingga saat ini aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau masih tinggi sehingga masih ada potensi erupsi.

Dia menuturkan, penetapan status siaga tidak hanya didasarkan pada jumlah atau tinggi kolom erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengevaluasi seluruh parameter meliputi karakter dan energi gempa letusan, kemudian juga gempa vulkanik dangkal dan dalam.

“Kemudian gempa frekuensi rendah, hibrid, harmonik dan tremor menerus dan perubahan deformasi tubuh gunung, serta emisi gas vulkanik, dan kondisi visual kawah. Dan perubahan morfologi, juga tinggi intensitas dan sebaran kolom erupsi, serta potensi perluasan daerah terdampak,” ujar Lana.

Meski begitu, kata dia, hingga saat ini belum bisa diprediksi kapan potensi erupsi susulan terjadi.

“Ini tentunya kita terus akan melakukan evaluasi secara real-time, update 24 jam. Jadi belum ada status ini dikategorikan kenaikan, tapi masih pada status tiga. Kemudian juga bahwa zonasi aman, zonasi aman yang ditetapkan juga itu adalah radius tiga kilometer,” ujar Lana.

2. Abu vulkanik menyebar sampai ke Jakarta hingga Bengkulu

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga warga di Jakarta Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Anata Siregar)

Erupsi yang sebelumnya terjadi juga menyebabkan abu vulkanik menyebar sampai ketinggian sekitar 50 ribu kaki.

Berdasarkan gabungan informasi erupsi dari Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta hingga Bengkulu

“Abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ucap Lana.

3. Kelompok rentan harus berhati-hati

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga warga di Jakarta Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Anata Siregar)

Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, mengimbau masyarakat memakai masker akibat sebaran abu vulkanik, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

“Memang sangat penting untuk mengedukasi masyarakat di sekitar wilayah untuk terus-menerus menggunakan masker ya karena bahaya dari abu ini sangat lumayan seperti itu, partikelnya sangat kecil dan itu bisa membahayakan terutama untuk lansia, untuk anak-anak, untuk ibu hamil,” kata Siti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article