Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Upaya Houthi Rebut Pintu Masuk Laut Merah Tewaskan 129 Orang di Yaman

Upaya Houthi Rebut Pintu Masuk Laut Merah Tewaskan 129 Orang di Yaman
Laut Merah (AFRICOM Public Affairs Office, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • Pertempuran Houthi dan pasukan pemerintah Yaman dekat Bab al-Mandab menewaskan sedikitnya 129 orang, terdiri dari 66 personel pemerintah, 62 petempur Houthi, dan satu warga sipil.
  • Houthi melancarkan serangan darat dengan roket dan drone, menguasai dataran tinggi untuk menekan posisi pemerintah, membidik kapal, serta mengancam akses menuju pelabuhan Mokha.
  • Bab al-Mandab dan Mokha menjadi target strategis Houthi untuk memperkuat posisi negosiasi; eskalasi terbaru memperdalam konflik Yaman setelah gencatan senjata 2022 runtuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pertempuran sengit antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang disokong Arab Saudi menewaskan sedikitnya 129 orang. Bentrokan bersenjata di dekat wilayah pesisir menuju Selat Bab al-Mandab di pintu masuk selatan Laut Merah ini menjadi salah satu peristiwa paling mematikan di Yaman dalam beberapa tahun terakhir.

Pertikaian tersebut meletus sejak Kamis setelah milisi Houthi melancarkan serangan darat yang didukung oleh tembakan roket dan pesawat nirawak (drone). Berdasarkan laporan AFP, kelompok tersebut melancarkan agresi militer demi memperluas kekuasaannya menuju jalur perairan sempit yang menjadi pintu masuk strategis ke Laut Merah.

  1. 1. Jumlah korban tewas melonjak drastis dalam pertempuran darat

    ilustrasi konflik militer
    ilustrasi konflik militer (pexels.com/Pixabay)

    Penghitungan yang dihimpun AFP dari berbagai sumber pada Jumat (4/9/2026), menunjukkan jumlah korban tewas melonjak menjadi 129 orang, setelah sebelumnya berada pada angka 81 orang. Seorang pejabat militer Yaman yang berbicara tanpa menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa 66 personel pasukannya tewas dalam pertempuran tersebut.

    Di pihak lain, sumber medis dan militer yang dekat dengan kelompok Houthi menyebutkan sedikitnya 62 petempur mereka meninggal dunia. Selain puluhan korban jiwa dari pihak yang bertikai, seorang sumber medis setempat turut mengonfirmasi adanya satu warga sipil yang tewas.

    Dilansir Turkiye Today, sebelum pembaruan data korban, pejabat militer di kawasan pesisir sempat mencatat 24 tentara pemerintah tewas, sedangkan pejabat di wilayah Taiz melaporkan 15 kematian. Pada saat yang sama, sumber medis di wilayah kekuasaan Houthi sebelumnya mendata sedikitnya 42 milisi mereka tewas.

  2. 2. Milisi kuasai dataran tinggi untuk membidik kapal dan blokade Mokha

    Pasukan Houthi
    Pasukan Houthi (Henry Ridgwell, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Milisi Houthi telah menguasai sejumlah lokasi di dataran tinggi yang menghadap ke posisi pasukan pemerintah di dekat Laut Merah, Kota Khokha, dan Kota Taiz di wilayah pedalaman. Sumber militer dan seorang pejabat Taiz yang berbicara secara anonim menjelaskan bahwa penguasaan bukit-bukit tersebut memungkinkan Houthi untuk membidik kapal-kapal yang melintas di perairan.

    Pasukan pemberontak itu berupaya memutus akses menuju kota pelabuhan Mokha yang telah dihujani serangan selama beberapa pekan terakhir. Seorang pejabat pemerintah Yaman di Aden menyatakan bahwa kelompok Houthi berupaya mengendalikan perbukitan yang menghadap ke Bab al-Mandab dan Mokha sebelum menyerbu kawasan pesisir.

    Pemerintah yang berpusat di Aden sejak terusir dari Sanaa pada 2014 itu, kemudian mengirimkan pasukan bala bantuan ke Taiz atas perintah Arab Saudi. Saat ini, Houthi belum menguasai wilayah yang berbatasan langsung dengan Bab al-Mandab, tetapi mereka memegang kendali atas kota pelabuhan utama Hodeida di sebelah utara Mokha.

  3. 3. Selat Bab al-Mandab jadi sasaran strategis demi posisi tawar perundingan

    Selat Bab al-Mandab
    Selat Bab al-Mandab (Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Penasihat risiko dari lembaga Basha Report yang berbasis di Amerika Serikat, Mohammed al-Basha, menganalisis arah pergerakan militer kelompok tersebut. “Mereka mengincar Bab al-Mandab,” kata Mohammed al-Basha.

    Dia menambahkan, kalkulasi taktis kelompok tersebut di balik serangan terbarunya. “Kelompok Houthi merasa bahwa jika mereka merebut Bab al-Mandab atau Pelabuhan Mokha, mereka akan berada dalam posisi kekuatan yang lebih baik untuk bernegosiasi dengan pemerintah dan pihak Saudi,” tambah Basha.

    Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania melalui Terusan Suez menuju Samudra Hindia, sehingga menjadi rute transit vital bagi pengiriman minyak Arab Saudi. Jalur perairan sempit ini kian krusial setelah pasokan minyak dari Teluk hampir sebagian besar terhenti akibat tindakan Iran yang memblokade Selat Hormuz. Milisi Houthi sendiri terus mengacaukan lalu lintas pelayaran di Laut Merah lewat serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut sejak perang Gaza pecah pada 2023.

    Gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 2022 antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi runtuh pada Juli setelah milisi tersebut menyambut kedatangan pesawat Iran di Sanaa. Peristiwa itu memicu gelombang pertempuran baru, disusul pengumuman blokade maritim oleh Houthi terhadap Arab Saudi serta serangan terhadap armada kapal dan wilayah Saudi. Rentetan eskalasi ini membuat Yaman, yang telah terjerat konflik saudara selama lebih dari satu dekade, kian terseret ke dalam perang kawasan Timur Tengah yang lebih luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More