Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup hingga Pukul 13.30 WIB

- Operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB pada Minggu, 6 September 2026, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia.
- Sebanyak 301 penerbangan dari dan menuju Bandara Soetta terdampak, meliputi pembatalan, keterlambatan, serta pengalihan pendaratan ke bandara lain.
- InJourney Airports mengaktifkan prosedur penanganan penumpang berupa makanan ringan, bus menuju hotel berkoordinasi dengan maskapai, area khusus terminal, serta kesiapan fasilitas untuk parkir pesawat.
Jakarta, IDN Times - Operasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten dihentikan sementara sampai pukul 13.30 WIB, Minggu (6/9/2026) imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan itu ditetapkan dalam A3346/26 NOTAMR A3344/26 yang dirilis AirNav Indonesia.
Akibat penutupan itu, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menginformasikan sebanyak 301 penerbangan dari dan ke Bandara Soetta terdampak. Mulai dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.
“Kami juga mengimbau agar calon penumpang pesawat memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan dan opsi yang tersedia,” kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim dalam keterangan resmi.
Prosedur Service Recovery Action (SRA) telah diaktifkan InJourney Airports di bandara untuk penanganan terhadap penumpang terdampak.
Di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk dalam SRA ini adalah penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang pesawat terdampak, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan penyiapan beberapa area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.
Seluruh personel dan fasilitas bandara InJourney Airports juga disiagakan sebagai lokasi alternate serta parkir pesawat untuk mendukung operasional maskapai.

















