Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (nu.or.id)
Meski sesekali datang ke kediaman pribadinya di Ciganjur, Wahyu mengatakan lokasi tersebut bukan tempat utama untuk membahas urusan negara.
Gus Dur biasanya datang ke Ciganjur saat agenda salat Jumat atau sekadar beristirahat.
“Beliau sekali-sekali juga tinggal di Ciganjur, tapi tidak bermalam biasanya. Biasanya kalau mau jumatan,” jelas dia.
Ia menegaskan, jika ada pertemuan di Ciganjur, sifatnya cenderung santai dan nonformal.
“Sekali-sekali manggil teman-temannya di situ, tapi tidak resmi,” kata Wahyu.
Mantan Pemimpin Redaksi Tempo itu menjelaskan, alasan Gus Dur kala itu tidak menjadikan Ciganjur sebagai pusat aktivitas kerjanya. Menurut Wahyu, alasannya berkaitan dengan faktor keamanan dan efisiensi.
“Beliau sadar kalau presiden itu kan ada pengamanan, berlapis-lapis, merepotkan. Disarankan memang untuk aspek keamanan, untuk aspek kemudahan, ya banyak pertimbangan lah.”
“Akhirnya beliau ya mau di Istana merdeka. Kan sudah otomatis penjaganya sudah ada embedded itu pengamanan di situ kan. Kalau tinggal di Ciganjur, misalnya kan menggerakkan pasukan lagi ke sana, karena setiap pergerakan presiden itu harus disertai dengan pergerakan pasukan di pengamanan paspampres toh, nanti itu repot lagi, jadi ya udah yang praktis aja di Istana Merdeka,” jelas Wahyu.