Jumlah Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa

- Sedikitnya 920 orang tewas dan 3.360 luka akibat dua gempa besar di Venezuela, dengan La Guaira menjadi wilayah paling parah terdampak dan ratusan warga masih hilang.
- PBB mengerahkan hampir 2.000 personel internasional lengkap dengan anjing pelacak, drone, dan tim medis untuk mempercepat pencarian korban di tengah risiko gempa susulan.
- Rumah sakit kewalahan menangani ribuan korban luka karena keterbatasan perlengkapan dan obat-obatan, memperparah krisis kesehatan yang sudah terjadi sebelum bencana.
- Sedikitnya 920 orang tewas dan 3.360 luka akibat dua gempa besar di Venezuela, dengan La Guaira menjadi wilayah paling parah terdampak dan ratusan warga masih hilang.
- PBB mengerahkan hampir 2.000 personel internasional lengkap dengan anjing pelacak, drone, dan tim medis untuk mempercepat pencarian korban di tengah risiko gempa susulan.
- Rumah sakit kewalahan menangani ribuan korban luka karena keterbatasan fasilitas dan obat-obatan, memperparah krisis kesehatan yang sudah terjadi sebelum bencana.
Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) terus meningkat. Pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang luluh lantak, terutama di negara bagian La Guaira, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah. Banyak warga dilaporkan masih hilang dan diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut hampir 2.000 personel penyelamat internasional telah dikerahkan untuk membantu operasi evakuasi. Tim dari berbagai negara datang membawa anjing pelacak, drone, hingga tenaga medis untuk mempercepat pencarian korban.
Gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam hitungan detik itu menjadi salah satu bencana terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad.
1. Pencarian korban berpacu dengan waktu

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan hingga Sabtu (27/6/2026), sedikitnya 172 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Di La Guaira saja, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 243 orang dalam keadaan hidup. Namun, jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses pencarian yang berlanjut.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan puluhan korban berhasil diselamatkan hidup-hidup dari reruntuhan.
“Hal itu membawa kebahagiaan bagi kami karena mereka dapat kembali memeluk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai,” ujar Rodríguez dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, dikutip dari BBC.
Ia juga mengungkapkan sejak gempa utama terjadi, telah tercatat 214 gempa susulan, sehingga operasi penyelamatan dilakukan dengan tingkat risiko yang tinggi.
2. PBB kerahkan ribuan personel dan teknologi pencarian

Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menegaskan bahwa 72 jam pertama setelah gempa merupakan masa paling menentukan untuk menemukan korban selamat.
“Situasinya benar-benar mengerikan, sangat menghancurkan. Kami bergerak menit demi menit, jam demi jam, karena kami masih mendengar suara para penyintas dari bawah reruntuhan,” kata Fletcher kepada BBC Radio 4.
Ia menambahkan tim penyelamat tidak boleh menghentikan pencarian selama masih terdengar suara korban.
“Kami tidak bisa berhenti sedetik pun selama masih mendengar mereka. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika suara-suara itu akhirnya menghilang. Kami bertekad menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.”
Fletcher menjelaskan PBB mengerahkan 39 tim pencarian dan penyelamatan, masing-masing beranggotakan 50 hingga 100 personel.
“Ada hampir 2.000 personel yang dikerahkan, 111 anjing pelacak, tim medis, serta drone mikro yang kami sebut ‘drone kecoa’ untuk membantu menemukan korban di dalam bangunan.”
Selain PBB, tim penyelamat dari Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Meksiko, Swiss, dan sejumlah negara lain juga telah tiba di Venezuela.
3. Rumah sakit kewalahan

Selain menewaskan ratusan orang, gempa juga merusak ratusan bangunan, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan lebih dari 1.000 fasilitas infrastruktur lainnya.
Fasilitas kesehatan yang masih beroperasi kini kewalahan menangani ribuan korban luka. Dokter Pedro Javier Fernandez mengatakan sistem kesehatan Venezuela memang telah menghadapi berbagai keterbatasan bahkan sebelum bencana terjadi.
“Semua rumah sakit kami kekurangan perlengkapan dan obat-obatan. Dalam hari biasa saja kami kesulitan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fernandez, kondisi darurat akibat gempa membuat situasi menjadi jauh lebih berat.
“Sekarang dengan tragedi ini, keadaan darurat menjadi jauh lebih besar dan lebih sulit ditangani dibandingkan di banyak negara lain” lanjutnya.
Di tengah operasi penyelamatan, kisah pilu juga datang dari warga La Guaira. Natacha Diaz masih menunggu kabar dua putrinya yang berusia 22 dan 23 tahun setelah pusat perbelanjaan tempat mereka bekerja sebagai manikur runtuh akibat gempa.
“Mereka bersama teman-temannya. Saya hanya ingin mereka ditemukan. Saya masih punya iman dan harapan bahwa mereka ada di sana,” katanya.
“Saya hanya ingin mereka kembali kepada saya. Mereka adalah satu-satunya yang saya miliki,” imbuh dia.















