Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi

3 min read
Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). (dok. Setwapres)
  • Gibran Rakabuming Raka menghadiri Kongres Nasional ke-V API dan meminta maaf atas masih adanya kasus intoleransi di sejumlah daerah.

  • Pemerintah disebut berkomitmen menjamin kebebasan beragama, termasuk melalui penanganan persoalan GKPI Rajeg.

  • Kerukunan dan persatuan membutuhkan keterlibatan pemerintah, rohaniwan, serta seluruh elemen masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

Menurut Gibran, keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sehingga harus dijaga bersama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya kasus intoleransi di sejumlah daerah, serta menekankan pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar dia.

  1. 1. Pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi

    Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi
    Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026)(dok. Setwapres)

    Gibran menegaskan, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk dalam memastikan setiap warga negara memperoleh kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Menurutnya, kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945," kata dia.

  2. 2. Gibran bahas kasus GKPI Rajeg

    Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi
    Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026)(dok. Setwapres)

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, Gibran menyinggung penanganan persoalan yang terjadi di GKPI Rajeg. Ia menjelaskan dirinya telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan para pemangku kepentingan di daerah, untuk mencari penyelesaian persoalan tersebut.

    Gibran menyebut gereja tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan demikian, jemaat tetap dapat melaksanakan ibadah secara normal. Penanganan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    Berangkat dari pengalaman tersebut, ia mengingatkan, para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan intoleransi perlu segera ditangani dan dicarikan solusi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

    “Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya," tuturnya.

  3. 3. Kerukunan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat

    Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi
    Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). (dok. Setwapres)

    Dalam konteks tersebut, Gibran menilai, kerukunan dan persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan. Karena itu, forum Kongres Nasional API diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kontribusi para pendeta dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan menjaga keutuhan bangsa.

    Menutup sambutannya, Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan, membantu, dan menghargai perbedaan. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap provokasi dan kabar bohong yang dapat dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat.

    “Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong," imbuh dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More