Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Masker Melonjak Drastis, Kemenkes Pastikan Pasokan Tetap Lancar
Warga menyerbu pedagang masker di Pasar Esemka efek dari abu Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kenaikan harga masker terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau, namun Kemenkes menyatakan stok di produsen dan distributor masih mencukupi meski eceran tertentu mengalami kelangkaan.
  • Kemenkes mendistribusikan lebih dari 100.000 masker N95 dan medis, bersama kacamata, obat, serta alat kesehatan ke Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta.
  • Warga diminta membeli sesuai kebutuhan dan dapat memakai masker medis bila N95 setara tak tersedia; pelaku penimbunan atau kenaikan harga tak wajar terancam sanksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga masker meningkat dan stok di sejumlah penjual eceran terbatas setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes menyatakan pasokan pada tingkat produsen dan distributor masih mencukupi.
  • Who?
    Kementerian Kesehatan RI, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, produsen, distributor, penjual masker, pemerintah daerah, serta masyarakat wilayah terdampak terlibat dalam penanganan ketersediaan masker.
  • Where?
    Kelangkaan dilaporkan di sejumlah penjual eceran. Distribusi bantuan kesehatan dilakukan ke Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta, yang disebut sebagai wilayah terdampak paling parah.
  • When?
    Keterangan disampaikan Aji Muhawarman di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026, pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Why?
    Kenaikan harga dan keterbatasan stok terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masker menyusul paparan abu vulkanik. Kemenkes berupaya mencegah penimbunan dan pembatasan pasokan yang dapat memicu harga tidak wajar.
  • How?
    Kemenkes berkoordinasi dengan produsen dan distributor, menyalurkan lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, memantau harga serta distribusi, dan membuka pengaduan melalui WhatsApp 0821-14870070/0838-30032003 atau Mobile Alkes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setelah Gunung Anak Krakatau meletus, abu membuat banyak orang butuh masker. Harga masker jadi naik di beberapa tempat. Kemenkes bekerja sama dengan pembuat dan pengirim masker supaya stok tetap ada. Mereka sudah membagikan lebih dari 100.000 masker. Warga diminta beli secukupnya dan bisa memakai masker medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah lonjakan harga di tingkat eceran, respons Kemenkes menunjukkan upaya perlindungan yang terarah bagi wilayah terdampak abu vulkanik. Ketersediaan stok pada produsen dan distributor, distribusi lebih dari 100.000 masker serta perlengkapan kesehatan gratis, dan pemantauan bersama pemerintah daerah memberi dasar bahwa kebutuhan masyarakat tetap ditangani secara aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, kenaikan harga masker marak terjadi di sejumlah toko daring dan luring. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah berkoordinasi dengan produsen dan distributor masker untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi masker.

Hal ini merupakan respons atas kelangkaan dan kenaikan harga masker imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di beberapa wilayah terdampak.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Selasa (8/9/2026) dilansir dari ANTARA.

1. Kemenkes bagikan 100 ribu masker N95, gandeng produsen dan distributor masker

Petugas membagikan masker kepada pengendara di Padang, Sumatera Barat, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr

Aji menyatakan tengah memperkuat dukungan logistik kesehatan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100,000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata google, obat-obatan dan alat kesehatan gratis ke daerah terdampak paling parah yakni Lampung, Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

Lebih lanjut, untuk mencegah kelangkaan masker, Kemenkes turut menggandeng produsen dan distributor untuk berkoordinasi.

"Kemenkes sudah berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi masker. Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat," tuturnya.

2. Kemenkes imbau warga manfaatkan masker medis dan tidak panic buying

Warga menyerbu pedagang masker di Pasar Esemka efek dari abu Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia juga menyampaikan jika masker jenis N95, KN95, KF94 atau yang setara belum tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis yang ada dengan cara yang benar. Masyarakat juga dianjurkan membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau penimbunan.

"⁠Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau ketersediaan, distribusi, dan harga masker, serta memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, khususnya dari Gunung Anak Krakatau," ucap Aji.

3. Peringatan dan sanksi untuk produsen atau distributor yang melanggar

Warga menyerbu pedagang masker di Pasar Esemka efek dari abu Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan untuk menjaga kelancaran pasokan masker. Aji juga menyebut jika terdapat pelanggaran maka dapat dikenakan sanksi pidana atau administratif.

Hal ini berupa peringatan hingga pencabutan perizinan usaha sesuai tingkat pelanggarannya.

"⁠Jika menemukan dugaan penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan di nomor WA: 0821-14870070/0838-30032003 atau aplikasi Mobile Alkes," jelas Aji.

Curated For You

Editorial Team

Related Article