Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hashim Bakal Pamer Swasembada Pangan RI Tercapai di COP31

2 min read
Hashim Bakal Pamer Swasembada Pangan RI Tercapai di COP31
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Hashim Djojohadikusumo mengklaim target swasembada beras Indonesia tercapai tiga tahun lebih awal.

  • Cadangan beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton, sehingga Indonesia memutuskan mengekspor beras ke Malaysia dan Mesir.

  • Hashim menyatakan Indonesia tidak perlu membuka hutan atau sawah baru dan akan membawa narasi itu ke COP31.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengklaim, pemerintah tidak akan memperluas atau membuka lahan sawah baru di kawasan hutan. Keputusan itu didasari oleh realisasi cadangan beras nasional yang melonjak tajam.

Hal itu disampaikan Hashim setelah pertemuan koordinasi tingkat menteri dalam rangka persiapan delegasi Republik Indonesia pada Conference of the Parties (COP) 31 di Jakarta, Senin (12/10/2026).

“Program yang dulu ditetapkan pemerintah, yaitu pembukaan hutan bisa sampai 2 juta hektare dan lebih atau kurang, itu tidak perlu lagi. Perluasan hutan, perluasan sawah tidak diperlukan lagi. Karena lahan sawah yang sedang dipakai sudah cukup mencukupi kebutuhan swasembada pangan kita,” kata Hashim. 

  1. 1. Indonesia sudah ekspor beras

    Dalam rangka mewujudkan misi swasembada pangan Perum Bulog Kanwil Jawa Barat  terus melakukan penyerahan Gabah Beras petani. (Dok. Bulog)
    Dalam rangka mewujudkan misi swasembada pangan Perum Bulog Kanwil Jawa Barat terus melakukan penyerahan Gabah Beras petani. (Dok. Bulog)

    Target swasembada beras yang awalnya dipatok Presiden Prabowo Subianto untuk dicapai pada 2029, Hashim mengklaim, kini sudah berhasil direalisasikan tiga tahun lebih awal.  

    Saat ini, cadangan beras pemerintah di gudang-gudang penampungan telah menembus angka 5,3 juta ton dan terus bertambah.

    “Bahkan karena begitu penuh, kita sudah mencapai bahkan pemerintah memutuskan untuk ekspor beras. Yang pertama adalah Malaysia. Kami dapat laporan 500 ribu ton akan dijual ke Malaysia, akan diekspor,” kata dia.

  2. 2. Hashim sebut Indonesia tidak akan merusak hutan primer

    Menteri Pertanian (Mentan), Kapolri, dan Panglima TNI bersinergi dalam mengakselerasi pencapaian swasembada pangan dengan meluncurkan program ‘Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan’ pada Rabu (20/11/2024). (Dok. Kementan)
    Menteri Pertanian (Mentan), Kapolri, dan Panglima TNI bersinergi dalam mengakselerasi pencapaian swasembada pangan dengan meluncurkan program ‘Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan’ pada Rabu (20/11/2024). (Dok. Kementan)

    Selain Malaysia, Hashim juga menyebut Masir, negara yang selanjutnya bakal membeli beras Indonesia. Hal itu menjadi perbincangan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir dalam pertemuan pekan kemarin. 

    “Dan ada negara-negara lainnya juga. Ini karena sukses dalam bidang produksi pangan, maka tidak perlu lagi seolah-olah merusak atau menebang hutan primer. Tidak perlu lagi,” kata dia.

  3. 3. Hashim bakal pamer swasembada pangan di COP31

    PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mengejar cita-cita swasembada pangan. (Dok/Istimewa).
    PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mengejar cita-cita swasembada pangan. (Dok/Istimewa).

    Hashim pun akan membawa narasi ini ke COP31 di Antalya, Turki yang akan berlangsung pada November 2026. 

    “Jadi ini satu hal, satu pesan yang penting yang saya akan bawa sebagai utusan khusus di Turki bahwa Indonesia tidak perlu lagi membuka lahan atau membuka hutan untuk produksi dan untuk swasembada pangan. Karena sudah tercapai,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More