Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil Investigasi TNI AD: Jembatan Pangandaran Ambruk karena Kelebihan Beban
Ini Penyebab Jembatan Pongpet Pangandaran yang Dibangun TNI Ambruk. Dok TNI AD
  • Investigasi TNI AD menemukan Jembatan Gantung Garuda Pangandaran ambruk saat peresmian karena sekitar 50 orang membebani struktur sekaligus, melampaui batas tiga orang bergantian.
  • Selain kelebihan beban, tim mencatat kondisi teknis pada pengait block anchor, pylon, roller, turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pylon.
  • TNI AD akan menyempurnakan sistem struktur dan keselamatan jembatan perintis; Jembatan Pongpet wajib menjalani pemeriksaan serta uji teknis sebelum digunakan publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu, 30 Agustus 2026

Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran ambruk saat peresmian. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim 0625 Letkol Czi Citra Kurniawan ikut terjatuh.

Jumat (4/9/2026)

TNI AD menyampaikan hasil investigasi bahwa jembatan menerima beban sekitar 50 orang secara bersamaan, melampaui ketentuan kapasitas. Evaluasi juga menemukan sejumlah kondisi teknis pada sistem struktur jembatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran ambruk saat peresmian. Investigasi TNI AD menemukan pembebanan sekitar 50 orang secara bersamaan, serta sejumlah kondisi teknis struktur, memengaruhi kinerja jembatan.
  • Who?
    TNI AD melakukan investigasi; Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan hasilnya. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim 0625 Letkol Czi Citra Kurniawan turut terjatuh saat jembatan ambruk.
  • Where?
    Jembatan Gantung Garuda berada di Pangandaran, Jawa Barat. Pemeriksaan dan evaluasi teknis dilakukan terhadap jembatan perintis tersebut.
  • When?
    Jembatan ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026, saat peresmian. Hasil investigasi disampaikan Brigjen TNI Donny Pramono pada Jumat, 4 September 2026.
  • Why?
    Jembatan menerima beban sekitar 50 orang bersamaan, melebihi ketentuan maksimal tiga orang bergantian. Tim juga menemukan kondisi pada block anchor, pylon, roller, turnbuckle, konfigurasi sling bawah, dan elevasi pylon.
  • How?
    TNI AD akan menangani dan menyempurnakan sistem struktur, termasuk konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta ketentuan keselamatan. Jembatan Pongpet akan diperiksa dan diuji coba sebelum digunakan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran ambruk saat diresmikan. Sekitar 50 orang ada di atasnya, padahal hanya boleh tiga orang bergantian. Bupati Citra Pitriyami dan Letkol Citra Kurniawan ikut jatuh. TNI AD melihat ada bagian jembatan yang perlu diperbaiki. Sekarang TNI AD akan memperbaiki dan mengecek jembatan lain dulu supaya aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Investigasi TNI AD menunjukkan respons yang berorientasi pada pembelajaran dan keselamatan: penyebab teknis serta pembebanan telah diidentifikasi, sementara penyempurnaan akan mencakup struktur, distribusi beban, dan ketentuan penggunaan. Rencana pengujian Jembatan Pongpet sebelum dibuka juga mencerminkan upaya menjaga manfaat akses masyarakat tetap sejalan dengan kelayakan dan keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Darat (AD) telah menyelesaikan pemeriksaan dan evaluasi teknis terhadap Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan buntut dari ambruknya jembatan perintis itu ketika diresmikan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim 0625, Letnan Kolonel Czi Citra Kurniawan sempat ikut terjatuh saat jembatan ambruk.

Kepala Dinas Penerangan Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur. Termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan.

"Pada saat kejadian, jembatan menerima beban secara bersamaan dari sekitar 50 orang. Berdasarkan hasil analisis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja struktur," ungkap Donny di dalam keterangan pada Jumat (4/9/2026).

Padahal, di papan sosialisasi yang dipasang di depan akses jembatan tertulis bahwa jembatan gantung itu hanya dapat dilewati tiga orang secara bergantian. Selain itu, tim menemukan sejumlah kondisi teknis antara lain pengait block anchor terhadap pylon, sistem roller, dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah serta perbedaan elevasi pada pylon.

1. Jembatan gantung memiliki batas kemampuan tertentu

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Lebih lanjut, Donny mengatakan, jembatan gantung Garuda merupakan jenis jembatan perintis yang dibangun sebagai solusi akses masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan bagi pembangunan jembatan beton.

"Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu, karena itu aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya. Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan," kata Jenderal bintang satu itu.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan keselamatan, TNI AD juga telah meningkatkan sistem sling pada jembatan-jembatan perintis yang dibangun, termasuk peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, Donny mewanti-wanti seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan.

2. TNI AD berjanji akan memperhatikan aspek teknis jembatan

Kondisi jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Kabupaten Pangandaran usai alami insiden pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AD)

Donny mengatakan, tak ingin menyalahkan siapapun usai ambruknya jembatan gantung di Pangandaran pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kejadian tersebut, kata Donny, menjadi pelajaran penting bagi TNI AD untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapapun," katanya.

Usai kejadian ambruknya jembatan tersebut, TNI AD, kata Donny, akan melakukan penanganan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur jembatan.

"Evaluasi juga akan mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban dan penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya," tutur dia.

3. Jembatan gantung Pongpet akan diuji coba dulu sebelum dapat dimanfaatkan oleh publik

Ini Penyebab Jembatan Pongpet Pangandaran yang Dibangun TNI Ambruk. Dok TNI AD

Donny mengatakan, sebelum Jembatan Pongpet dimanfaatkan oleh masyarakat maka jembatan bakal diuji coba terlebih dahulu dan menjalani pemeriksaan serta pengujian teknis. Hal itu dilakukan supaya jembatan tetap dapat digunakan secara layak.

TNI AD, kata Donny, memahami bahwa Jembatan Garuda dibangun untuk memberikan manfaat dan memudahkan mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

"Hasil investigasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan ke depan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat memberikan manfaat secara optimal, aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article