Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama yang berada di lokasi, memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
KSAD Maruli Minta Maaf Usai Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk

- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak meminta maaf dan menyatakan bertanggung jawab atas ambruknya Jembatan Pongpet di Pangandaran, sementara investigasi penyebab masih berlangsung.
- Maruli menyebut rekaman video mengindikasikan kelebihan beban. Jembatan perintis itu memiliki batas kapasitas, dengan papan pengumuman yang meminta pengguna melintas bergantian.
- Jembatan Rp320 juta itu ambruk setelah peresmian pada 30 Agustus 2026. Bupati Pangandaran dan Dandim 0625 turut terdampak, namun tidak ada korban jiwa.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf kepada publik usai jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Tetapi, kata Maruli, ambruknya jembatan dipicu kelebihan beban orang yang melewatinya. Kesimpulan itu ia sampaikan usai melihat video yang menggambarkan insiden pada Minggu lalu.
"Selaku kepala satgas jembatan ini yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi dan anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," ungkap Maruli di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu, 2 September 2026.
"Bila dilihat videonya sejak awal, (insiden itu dipicu) overload," imbuhnya.
Pihaknya hingga saat ini masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab ambruknya jembatan tersebut. Peristiwa itu viral di media sosial dan bahkan ikut diberitakan oleh media asing.
1. Jembatan gantung merupakan jembatan perintis

Kondisi jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Kabupaten Pangandaran usai alami insiden pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AD) Lebih lanjut, kata Jenderal bintang empat itu, TNI Angkatan Darat (AD) membangun beberapa jenis jembatan, antara lain bailey, aramco, beton dan gantung. Di dalam istilah di Kementerian PU, jembatan gantung disebut jembatan perintis.
"Karena saking mahalnya jembatan dan rumit, karena kalau dilihat di sebelah kanan tebing-tebing. Memang namanya perintis, kalau dibangun dengan uang pemda baru diganti menggunakan beton. Karena menggunakan beton mahal, maka dibuatkan dulu jembatan perintis," katanya.
Ia menambahkan, semua jembatan perintis memiliki keterbatasan beban. Meskipun, kata Maruli, kualitas jembatan gantung yang dibangun oleh TNI AD sudah ditingkatkan.
"Jadi, kalau diperhatikan kualitas tali slingnya, kekuatannya dinaikan hingga 30 persen. Sehingga kalau dimuat oleh 40 orang baru jatuh, itu sudah membuktikan kekuatannya. Di jembatan gantung lain, memuat lebih dari 10 orang, itu sebenarnya sudah overload," imbuhnya.
2. KSAD Maruli sebut sudah ada papan sosialisasi soal kapasitas beban

Kondisi jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Kabupaten Pangandaran usai alami insiden pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AD) Sebenarnya, kata Maruli, di depan Jembatan Pongpet sudah ada papan pengumuman soal kapasitas jembatan. Di poin paling atas tertulis bahwa jembatan itu hanya mampu menanggung beban tiga orang sekaligus. Selain itu, jembatan harus digunakan secara bergantian.
"Itu ada lho kalau diperhatikan sebelum masuk ke jembatan, itu tertulis tidak bisa dilewati lebih dari lima orang. Ya, memang kami tak mau menyalahkan orang. Yang paling bertanggung jawab adalah Dandim,' kata mantan Pangkostrad itu.
Hal itu lantaran Dandim ikut hadir di acara seremoni peresmian Jembatan Pongpet pada Minggu lalu. Maruli pun membocorkan, jembatan gantung yang ambruk itu menelan biaya Rp320 juta.
"Biayanya (jembatan gantung) Rp320 juta. Ini merupakan swakelola tipe dua. Jadi, kami bekerja bersama-sama masyarakat," tutur dia.
3. Bupati Pangandaran ikut alami insiden jembatan ambruk

Kondisi jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Kabupaten Pangandaran usai alami insiden pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AD) Dalam insiden ini, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim 0625 turut menjadi korban saat menjajal jembatan. Namun, rombongan selamat dan dipastikan tidak ada korban jiwa.
"Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar Dimas, Senin, 31 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 WIB, sesaat setelah rangkaian seremoni peresmian jembatan selesai.




















