Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto ke-1 (Artikel 1).jpeg
Polytama Propindo, afiliasi Pertamina, memproduksi polypropylene sebagai bahan baku utama berbagai industri dalam negeri. Pertamina Group perkuat hilirisasi petrokimia melalui sinergi pasokan propylene hasil pengolahan Kilang Pertamina Balongan. (Dok. Pertamina)

Intinya sih...

  • Integrasi Polytama dengan Pertamina Group penting bagi ketahanan industri petrokimia nasional.

  • Bahan baku propylene dari Kilang Pertamina digunakan untuk memproduksi polypropylene berkualitas untuk berbagai industri.

  • Polytama berupaya mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia dengan rencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sinergi Pertamina Group turut memperkuat hilirisasi petrokimia nasional. Hal ini terwujud melalui perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero), PT Polytama Propindo (Polytama) mengandalkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan untuk memproduksi polypropylene bernilai tambah bagi industri dalam negeri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, selain memproduksi BBM, kilang-kilang Pertamina juga menghasilkan produk antara (intermediary) yang menjadi bahan baku penting bagi industri petrokimia nasional. Peran ini sejalan dengan upaya Pertamina dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya energi serta memperkuat ketahanan industri dalam negeri.

"Eksistensi Pertamina melalui Polytama, menjadi bukti peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi migas," katanya.

1. Integrasi ini jadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia

Suasana Polytama Propindo di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/01/2026).

Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menegaskan bahwa Polytama merupakan bagian integral dari ekosistem Pertamina Group yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor hulu dan hilir, mulai dari kilang hingga ke industri manufaktur. Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia Indonesia,” ujar Dwinanto.

2. Bahan ini dapat digunakan berbagai industri

Seorang pekerja Polytama Propindo sedang melakukan pengecekan di Area Wilayah Kerja Polytama Propindo di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/01/2026).

Bahan baku propylene dipasok dari Kilang Pertamina RU VI Balongan melalui jaringan pipa sepanjang sekitar empat kilometer. Rata-rata pasokan dari Kilang Balongan mencapai 250 ribu ton per tahun. Selanjutnya, bahan baku tersebut diolah menggunakan teknologi Spheripol dari LyondellBasell untuk menghasilkan produk polypropylene berkualitas.

Produk polypropylene Polytama dipasarkan dalam berbagai jenis (grade) untuk memenuhi kebutuhan sektor kemasan, peralatan rumah tangga, industri kesehatan, hingga ritel. Polypropylene ini digunakan oleh berbagai industri untuk membuat olahan plastik seperti alat rumah tangga dan alat makan plastik, serat fiber untuk membuat benang, dan sebagainya. 

3. Upaya mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia

Ilustrasi Polypropylene

Saat ini, kapasitas produksi maksimal Polytama mencapai 300 ribu ton per tahun dan direncanakan meningkat menjadi 600 ribu ton per tahun melalui pengembangan fasilitas baru dengan dukungan pasokan bahan baku dari kilang-kilang Pertamina di seluruh Indonesia. 

“Pemanfaatan propylene dari kilang Pertamina ini berperan strategis dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia, serta memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional. Ini sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya dalam negeri,” ujar Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. (WEB)

Editorial Team