Hotspot Karhutla Turun 588 Titik, Operasi Darat Terus Diperkuat

Hotspot berkepercayaan tinggi nasional turun 588 titik menjadi 344 pada 23 September; enam provinsi prioritas juga turun dari 778 menjadi 206, dengan Kalimantan Tengah masih tertinggi.
Pemerintah memperkuat operasi darat di kawasan gambut Kalimantan Selatan melalui evaluasi data, personel, pembasahan, dan pendinginan; 61 armada udara dikerahkan untuk patroli, OMC, serta water bombing.
Meski hotspot menurun, asap dan kualitas udara masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Sumatra-Kalimantan; petugas melanjutkan pemadaman, sementara warga diminta mengikuti arahan kondisi udara.
Jakarta, IDN Times – Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun signifikan dalam sehari. Meski begitu, pemerintah tetap memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Rabu (23/9) pukul 21.05 WIB terdapat 344 hotspot high confidence secara nasional. Jumlah tersebut turun 588 titik dari 932 hotspot pada Selasa (22/9).
1. Hotspot di enam provinsi prioritas turun

ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/fish96) Penurunan hotspot juga terjadi di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian karhutla. Secara keseluruhan, jumlah hotspot high confidence turun dari 778 menjadi 206 titik dalam satu hari.
Kalimantan Tengah mencatat penurunan terbesar, dari 643 menjadi 156 titik. Meski turun cukup signifikan, Kalteng masih menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam wilayah prioritas. Sementara itu, Kalimantan Barat turun dari 50 menjadi 33 titik dan Kalimantan Selatan dari 68 menjadi 11 titik.
Di Sumatra, hotspot di Sumatra Selatan turun dari 17 menjadi empat titik. Jambi tercatat dua titik setelah sebelumnya nihil, sedangkan Riau tetap nihil.
Kementerian Kehutanan mengingatkan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Data tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar.
Karena itu, setiap indikasi hotspot tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.
2. Operasi darat diperkuat di Kalimantan Selatan

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Pixabay) Setelah mengawal operasi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melanjutkan pemantauan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan pada Rabu (23/9).
Keduanya meninjau proses pemadaman di kawasan gambut sekitar RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. Mereka juga mengikuti evaluasi penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
Evaluasi diarahkan pada penguatan operasi darat, penyamaan data lapangan, serta penempatan personel dan sumber daya di lokasi yang masih membutuhkan penanganan.
Penguatan operasi darat menjadi penting di kawasan gambut karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Karena itu, pembasahan dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.
Di sisi lain, pemerintah juga mengerahkan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sementara 44 unit lainnya untuk water bombing.
3. Kondisi udara masih perlu diwaspadai

ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/Ylvers) Penurunan hotspot belum berarti seluruh kebakaran telah padam atau kualitas udara langsung kembali normal. Asap yang sudah terbentuk masih dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi angin dan atmosfer.
Pantauan PM2,5 juga menunjukkan kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Beberapa wilayah bahkan terpantau dalam kategori berbahaya.
Pantauan BMKG Aviation pada Kamis (24/9) dini hari juga menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah provinsi prioritas. Jarak pandang di Palangka Raya dan Pontianak sekitar 1,5 kilometer, Banjarmasin sekitar 3 kilometer, Jambi dan Palembang sekitar 5 kilometer, serta Pekanbaru sekitar 6 kilometer dengan hujan ringan.
Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan pihak terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Laporan terkait karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















