Konferensi pers penyampaian rangkaian agenda HUT ke-81 RI disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Pemerintah menyiapkan rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Beragam agenda akan digelar sepanjang Agustus 2026, mulai dari Zikir dan Doa Kebangsaan, penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan, pidato kenegaraan Presiden, ziarah nasional, upacara peringatan detik-detik proklamasi, pesta rakyat di Monas, hingga Merdeka Run.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kebangsaan.
Agenda pembuka Bulan Kemerdekaan dimulai dengan Zikir dan Doa Kebangsaan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kegiatan tersebut akan dihadiri pejabat negara, tokoh agama, serta jemaah lintas agama sebagai wujud rasa syukur sekaligus simbol kerukunan antarpemeluk agama di Indonesia. Total, ada 100 ribu orang kapasitas yang bisa hadir dalam acara tersebut.
Acara itu juga diisi Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
"Tidak hanya di Jakarta. Pemerintah juga mengimbau pemerintah daerah, BUMN, BUMD termasuk untuk juga ikut berpartisipasi membuat berbagai kegiatan untuk merayakan eh kegiatan HUT RI ke-81 supaya meriah, dengan tetap memperhatikan kepentingan-kepentingan publik yang lain," ujar Juri dalam konferensi pers di kantor Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Sabtu (31/7/2026).
Rangkaian berikutnya adalah Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang akan digelar di Istana Negara. Presiden Republik Indonesia akan memberikan penghargaan kepada individu, institusi pemerintah, organisasi, maupun satuan tertentu atas jasa, prestasi, pengabdian, dan kesetiaan luar biasa kepada bangsa dan negara.
Penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, militer, hingga tokoh masyarakat lainnya. Seluruh calon penerima telah melalui proses seleksi secara ketat dan transparan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026 dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada Sidang Tahunan MPR serta sidang bersama DPR dan DPD. Setelah itu, Presiden akan menyampaikan pidato mengenai Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Rancangan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR.