Jakarta, IDN Times - The Indonesian Legal Resource Center (ILRC) mengatakan penyekapan dan penganiayaan oleh TH pada seorang perempuan bernisial YTT yang adalah pacarnya di Bandung, sebagai kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.
Kasus ini menunjukkan pola kontrol, dominasi, dan isolasi yang berpotensi berkembang menjadi pembunuhan berbasis gender terhadap perempuan (femicide).
Peneliti ILRC, Tri Febi Maharani menilai, kasus ini tidak boleh dipandang sebagai kasus penganiayaan semata. Penyanderaan itu, kata dia, membentuk ketakutan dan ketergantungan korban pada pelaku.
"Biar gak bisa lari, gak bisa lapor, gak bisa mandiri yang akhirnya semakin memperkuat ketergantungan hidup dan matinya pada pelaku. Ini kejam sekali,” ujar dia, Selasa (23/6/2026).
