Ekuador Dakwa 7 Orang Terkait Pembunuhan Capres

- Kejaksaan Agung Ekuador mendakwa tujuh orang sebagai pelaku tidak langsung pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio, dengan penyidikan menargetkan pihak perencana dan koordinator.
- Terdakwa mencakup mantan pejabat, pengusaha Xavier Jordan, serta empat pihak terkait Los Lobos; jaksa menuduh mereka mendanai, memberi intelijen, atau mengoordinasikan aksi.
- Villavicencio, mantan jurnalis dan anggota parlemen, ditembak usai kampanye di Quito pada Agustus 2023; sebelumnya, sejumlah eksekutor telah dihukum, termasuk dua penghasut utama.
Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung Ekuador mendakwa tujuh orang yang diduga terlibat secara tidak langsung dalam pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio. Perkembangan terbaru kasus tersebut diumumkan pada Sabtu (8/8/2026).
Para terdakwa diduga berperan dalam merencanakan dan mengoordinasikan pembunuhan Villavicencio yang ditembak seusai acara kampanye di Quito pada Agustus 2023. Penyidikan terus diarahkan untuk mengungkap pihak yang diduga berada di balik eksekusi pembunuhan tersebut.
1. Tujuh orang didakwa terlibat dalam pembunuhan
Kejaksaan Agung Ekuador mendakwa tujuh orang sebagai pelaku tidak langsung dalam kasus pembunuhan Villavicencio. Dakwaan tersebut diajukan setelah penyidik menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam perencanaan aksi pembunuhan.
"Kejaksaan mendakwa tujuh terdakwa sebagai pelaku tidak langsung atas dugaan partisipasi mereka dalam kejahatan pembunuhan," kata perwakilan Kejaksaan Agung Ekuador.
Dakwaan terbaru tersebut menambah jumlah pihak yang diproses dalam kasus pembunuhan calon presiden itu. Jaksa menyatakan proses hukum akan terus berjalan terhadap pihak yang diduga memiliki peran dalam perencanaan kejahatan.
Penyidikan berfokus pada dugaan aktor intelektual yang mengatur pembunuhan tanpa terlibat langsung di lokasi penembakan.
2. Mantan pejabat dan anggota Los Lobos masuk dakwaan
Tujuh orang yang didakwa mencakup mantan Menteri Dalam Negeri Jose Serrano, mantan anggota parlemen Ronny Aleaga, pengusaha Xavier Jordan, serta empat orang yang diduga terhubung dengan geng kriminal Los Lobos.
Jaksa menuduh Jordan, yang tinggal di Amerika Serikat, berperan dalam pendanaan dan perencanaan pembunuhan. Sementara itu, Serrano diduga memberikan informasi intelijen mengenai keberadaan Villavicencio kepada kelompok kriminal.
"Xavier Jordan yang tinggal di Amerika Serikat membiayai dan merencanakan pembunuhan tersebut," kata jaksa penuntut dalam berkas dakwaan.
Aleaga diduga mengoordinasikan sejumlah tindakan untuk mendukung pelaksanaan pembunuhan. Salah satu tokoh Los Lobos, Wilmer Chavarria alias Pipo, juga diduga merencanakan pembunuhan dengan imbalan 1 juta dolar AS (Rp17,74 miliar).
3. Villavicencio tewas setelah kampanye di Quito
Villavicencio merupakan mantan jurnalis investigasi dan anggota parlemen yang dikenal melalui laporan mengenai dugaan korupsi di Ekuador. Ia mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu 2023 dan berada di posisi kedua dalam sejumlah survei elektabilitas sebelum ditembak.
Villavicencio tewas setelah menghadiri acara kampanye di Quito pada Agustus 2023. Sebelum pembunuhan, ia sempat melaporkan menerima ancaman dari kelompok kejahatan terorganisasi.
Dalam proses hukum sebelumnya, pengadilan Ekuador telah menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pelaku yang terlibat dalam eksekusi pembunuhan. Dua orang yang disebut sebagai penghasut utama divonis 34 tahun delapan bulan penjara.
"Dua provokator utama pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio dijatuhi hukuman 34 tahun delapan bulan penjara," kata juru bicara Pengadilan Nasional Ekuador, dilansir Associated Press.
Sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan juga tewas di penjara sebelum proses hukum mereka selesai. Dakwaan terhadap tujuh orang terbaru menjadi bagian dari upaya penyidik mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.




















