Jakarta, IDN Times - Pengamat politik sekaligus pakar hukum tata negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menilai pencarian pengganti Silmy Karim sebagai pucuk pimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi tidak cukup hanya berfokus pada sosok yang akan mengisi jabatan tersebut.
Menurut dia, pemerintah justru perlu membenahi tata kelola dan sistem pelayanan keimigrasian yang selama ini dinilai masih menyisakan banyak celah penyimpangan.
Dia mengatakan, dalam pengelolaan lembaga publik, dibutuhkan kombinasi antara figur yang memiliki kapasitas dan sistem birokrasi yang berjalan baik. Kehadiran tokoh yang kuat tidak akan efektif jika didukung sistem yang lemah, begitu pula sebaliknya.
“Tokoh yang baik saja tidak cukup kalau sistemnya jelek. Sistem yang bagus tapi tokohnya jelek juga tidak bisa,” kata Agus kepada IDN Times, Rabu (10/6/2026).
