KDM Sayembara Tangkap Begal, Wamendagri Ingatkan Koordinasi

- Wamendagri Bima Arya mengingatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar sayembara penangkapan begal dijalankan dalam koridor hukum dan terkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
- Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang melumpuhkan pelaku maling, copet, jambret, begal, atau rampok lalu menyerahkannya hidup-hidup kepada polisi.
- Pemprov Jawa Barat menyatakan terus berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya untuk mencegah kejahatan jalanan, sambil mendorong peran aktif masyarakat dalam keamanan.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima arya Sugiarto, mengingatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) untuk berkoordinasi terkait sayembara yang dibuatnya. Sebab, KDM mengumumkan sayembara bagi warganya yang bisa menangkap begal dengan hadiah mencapai Rp50 juta.
"Ya, saya kira teman-teman kepala daerah harus memastikan bahwa semua berjalan dalam koridor hukum, memastikan bahwa sistem itu bekerja dan melakukan koordinasi antara pemerintah daerah dengan aparat. Itu yang paling pokok, yang maksimal begitu ya," ujar Bima di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/9/2026).
1. Boleh berkreasi, tapi harus koordinasi

Bima mengatakan, kepala daerah boleh saja berkreasi dan berinovasi. Namun, hal itu harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH). Menurutnya, koordinasi merupakan hal yang penting.
"Ya, jadi mungkin ada kreasi-kreasi inovasi lain, tetapi setidaknya tidak kemudian mengurangi arti koordinasi dengan APH karena itu yang sangat terpenting. Ya, koordinasi kepala daerah bersama APH di daerah dan jajaran pemda itu sangat penting," kata dia.
2. Hadiahnya dari Rp5 juta hingga Rp50 juta

Sebelumya, KDM membuat sayembara khususnya kepada warganya yang berhasil menangkap begal dan kejahatan jalanan lainnya kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian akan diberikan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi, Kamis (23/7/2026).
3. KDM juga akui harus koordinasi Polisi

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, kebijakan tersebut bagian dari upaya memperkuat keamanan di Jawa Barat di tengah meningkatkannya aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Kemudian, Dedi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah aksi kejahatan.
"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," katanya.





















