Survei SMRC: 61,1 Persen Publik Belum Yakin Kopdes Bakal Berkembang

- Survei SMRC pada 5-19 Juli 2026 menunjukkan 76,9 persen warga sudah tahu atau pernah mendengar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
- Sebanyak 61,1 persen publik kurang atau tidak yakin KDMP akan berkembang, sedangkan gabungan responden yang sangat dan cukup yakin hanya mencapai 25 persen.
- Keyakinan positif terhadap KDMP turun dari 43,3 persen pada November 2025 menjadi 25 persen pada Juli 2026, sehingga menjadi tantangan bagi pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) alias Kopdes. Dalam survei tersebut, ditemukan 61,1 persen masyarakat kurang atau tidak yakin Kopdes akan berkembang atau maju.
Survei ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan menggunakan sampel 749 responden yang diambil secara acak, dengan margin of error diperkirakan kurang lebih 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebanyak 605 responden yang memiliki handphone dipilih secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon. Sementara, sebanyak 144 responden yang tidak memiliki handphone dipilih menggunakan stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.
1. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang KDMP meningkat

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih meningkat dibandingkan dengan hasil survei terakhir.
Berdasarkan survei, kata Deni, terlihat sudah sekitar 76,9 persen warga tahu atau pernah mendengar tentang program Kopdes Merah Putih dan hanya sekitar 23,1 persen yang belum tahu. Dia menyebut hal ini disebabkan pemberitaan dan pembangunan Kopdes yang sudah sangat masif dilakukan.
“Kalau di KDMP ada kenaikan, ya, kenaikan awareness. Kalau survei terakhir kita dapat 76,9 persen itu warga tahu, atau pernah dengar MBG. Jadi memang sudah mayoritas sekarang ini warga hampir 80 persen sudah tahu,” kata dia, dalam siaran pers melalui kanal YouTube SMRC TV, Selasa (28/7/2026).
2. Mayoritas publik belum yakin Kopdes Merah Putih akan berkembang

Deni mengatakan, survei ini menanyakan seberapa yakin atau tidak responden terhadap kemajuan dan perkembangan program Kopdes Mereah Putih di kelurahan masing-masing. Ia menyebut, responden yang merasa yakin hanya 2,4 persen, sedangkan jumlah warga yang menjawab cukup yakin sekitar 22,6 persen.
Deni melanjutkan, masyarakat yang merasa kurang yakin 38,9 persen, dan yang tidak yakin sama sekali terdapat 22,2 persen. Terdapat 13,9 persen lainnya yang tidak menjawab atau belum memiliki pendapat.
Jika kedua kategori sangat yakin dan cukup yakin digabungkan, kata Deni, maka akan menghasilkan jumlah 25 persen atau sekitar seperempat responden yang tahu tentang Kopdes merasa yakin. Namun, mayoritas responden atau sekitar 61,1 persen merasa kurang yakin atau tidak yakin program Kopdes akan berkembang atau maju.
“Sementara, mayoritas 61,1 persen itu mengatakan kurang atau tidak yakin sama sekali. Ini juga relatif kurang positif,” jelas Deni.
3. Keyakinan publik turun dibanding November 2025

Deni juga membandingkan hasil survei bulan terbaru ini dengan hasil survei pada November 2025. Ia menyebut, jika dibandingkan dengan hasil yang dilakukan sembilan bulan lalu, tingkat keyakinan masyarakat terhadap program Kopdes Merah Putih menurun.
Deni menjelaskan, pada November 2025, terdapat sekitar 43,3 persen responden yang merasa sangat yakin dan cukup yakin. Namun, pada Juli 2026, angkanya turun menjadi 25 persen.
“Dari survei November itu terjadi perubahan yang merasa sangat atau cukup yakin, yaitu dari 43,3 persen menjadi sekarang di Juli menjadi 25 persen. Jadi turun kan, turun sekitar 18 persen," ujar dia.
Sementara, Deni melanjutkan, tingkat masyarakat yang merasa kurang yakin atau tidak yakin meningkat. Pada November 2025, hasil menunjukkan sekitar 43,5 responden kurang atau tidak yakin. Sementara, pada Juli 2026, angkanya melonjak menjadi 61,1 persen.
“Tingkat keyakinan pada kategori yang merasa kurang atau negatif, kurang atau tidak yakin itu melonjak dari 43,5 menjadi 61,1,” lanjut dia.
4. Rendahnya keyakinan publik menjadi tantangan bagi pemerintah

Deni mengatakan, mayoritas masyarakat yang tidak yakin terhadap berkembang atau majunya Kopdes Merah Putih menjadi tantangan bagi pemerintah. Menurut dia, penilaian tersebut bukan muncul tanpa alasan. Masyarakat dinilai telah mengevaluasi kondisi koperasi yang mulai terbentuk di berbagai daerah.
"Ini tantangan bagi pemerintah. Artinya warga menilai itu pasti bukan asal. Pasti dia mengevaluasi bagaimana kondisi dari koperasi mungkin yang sudah terbentuk," kata dia.
Deni menjelaskan, sejak awal tingkat keyakinan masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih memang tidak terlalu tinggi. Namun, seiring berjalannya program, masyarakat dinilai memberi penilaian yang lebih tegas.
"Ditambah perkembangan yang terjadi, masyarakat kemudian memberikan penilaian yang lebih tegas. Wah, gak meyakinkan ini kira-kira program ini akan berkembang atau maju," ujarnya.
Deni mengatakan, perubahan sikap masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih terjadi karena publik kini mulai mengevaluasi program, berdasarkan kondisi yang mereka lihat di lapangan, bukan lagi sekadar harapan.
“Kalau sebelumnya mah kan harapan gitu karena belum ada ya, masih ada fifty-fifty nih, 43,5 43,3 gitu ya. Begitu ada, evaluasinya jadi lebih mudah,” kata dia.


















