Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indonesia dan Kamboja Jajaki Kerja Sama Reformasi Birokrasi
Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. (dok. Kementerian PANRB)
  • Indonesia dan Kamboja menjajaki kerja sama pendayagunaan aparatur dan tata kelola pemerintahan melalui pertemuan bilateral Kementerian PANRB dengan delegasi Kamboja di Jakarta.
  • Kolaborasi yang dibahas mencakup reformasi birokrasi, transformasi digital, pengembangan aparatur, pelayanan publik, serta pengawasan administrasi, termasuk pertukaran pegawai, riset, dan pelatihan.
  • Kedua negara menandatangani Joint Statement sebagai dasar eksplorasi kerja sama strategis, sementara Kamboja memaparkan reformasi administrasi melalui Strategi Pentagon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia dan Kamboja menjajaki kerja sama reformasi birokrasi, transformasi digital pemerintahan, pengembangan aparatur, pelayanan publik, serta pengawasan administrasi melalui penandatanganan Joint Statement.
  • Who?
    Menteri PANRB Rini Widyantini memimpin pertemuan bersama Deputy Prime Minister dan Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many, beserta delegasi kedua negara.
  • Where?
    Pertemuan bilateral antara Kementerian PANRB Indonesia dan delegasi Kerajaan Kamboja berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Pembahasan dan penandatanganan Joint Statement dilakukan pada Selasa, 28 Juli.
  • Why?
    Kedua negara membuka peluang pertukaran pengalaman dan praktik terbaik untuk memperkuat tata kelola publik serta hubungan bilateral yang telah terjalin sekitar 67 tahun.
  • How?
    Kolaborasi akan dieksplorasi melalui pertukaran pegawai, berbagi praktik terbaik, pengembangan kapasitas, riset bersama, pelatihan, serta kerja sama pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7).

Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. Selain mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama sekitar 67 tahun, pertemuan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi di bidang tata kelola pemerintahan.

1. Buka peluang kerja sama di bidang reformasi birokrasi

Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. (dok. Kementerian PANRB)

Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan pertemuan bilateral ini menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Kamboja untuk saling berbagi pengalaman serta praktik baik dalam tata kelola pemerintahan.

Kerja sama yang dijajaki meliputi reformasi birokrasi, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia aparatur, pelayanan publik, hingga pengawasan administrasi pemerintahan.

"Pertemuan bilateral ini menjadi sebuah kesempatan yang baik untuk mengeksplorasi kemungkinan kerja sama yang akan memperkuat hubungan Indonesia dan Kamboja, terutama di bidang tata kelola publik, reformasi birokrasi, dan pendayagunaan aparatur negara," ungkap Menteri Rini.

Dalam kesempatan tersebut, Rini juga memaparkan berbagai upaya transformasi tata kelola publik yang tengah dilakukan Indonesia, termasuk dukungannya terhadap agenda pembangunan nasional dan proses aksesi Indonesia menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

2. Indonesia berbagi pengalaman soal pelayanan publik

Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. (dok. Kementerian PANRB)

Dalam pertemuan itu, Indonesia turut memperkenalkan sejumlah capaian di bidang pelayanan publik, termasuk keberadaan 313 Mal Pelayanan Publik (MPP) yang telah beroperasi di berbagai daerah.

Pemerintah juga menjelaskan pengembangan layanan omnikanal yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah secara lebih terintegrasi.

Menurut Rini, kerja sama kedua negara dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, seperti pertukaran pegawai, berbagi praktik terbaik, pengembangan kapasitas aparatur, riset bersama, hingga pelatihan.

"Kami percaya bahwa kerja sama yang akan dijalin antara Indonesia dan Kamboja akan memberikan pembelajaran bersama dan akan memberikan dampak baik jangka panjang bagi kedua negara," ungkap Menteri Rini.

3. Kedua negara sepakati Joint Statement sebagai langkah awal

Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. (dok. Kementerian PANRB)

Dalam kesempatan yang sama, HE Hun Many memaparkan reformasi administrasi publik yang tengah dijalankan Kamboja melalui Strategi Pentagon, yang berfokus pada peningkatan kinerja instansi pemerintah, standar rekrutmen aparatur, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi pemerintahan.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kedua negara dapat bekerja sama dalam berbagi praktik terbaik di unit pelayanan publik, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan, penelitian administrasi publik, hingga program pembelajaran bagi aparatur sipil.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Kamboja menandatangani Joint Statement (JS) yang menjadi dasar untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama strategis.

Kesepakatan tersebut mencakup peluang kolaborasi di bidang reformasi birokrasi, manajemen kinerja dan kelembagaan, pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan publik, serta transformasi digital pemerintahan. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article