Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan delegasi Kerajaan Kamboja di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan dipimpin Menteri PANRB Rini Widyantini bersama Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kamboja, HE Hun Many. (dok. Kementerian PANRB)
Dalam kesempatan yang sama, HE Hun Many memaparkan reformasi administrasi publik yang tengah dijalankan Kamboja melalui Strategi Pentagon, yang berfokus pada peningkatan kinerja instansi pemerintah, standar rekrutmen aparatur, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi pemerintahan.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kedua negara dapat bekerja sama dalam berbagi praktik terbaik di unit pelayanan publik, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan, penelitian administrasi publik, hingga program pembelajaran bagi aparatur sipil.
Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Kamboja menandatangani Joint Statement (JS) yang menjadi dasar untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama strategis.
Kesepakatan tersebut mencakup peluang kolaborasi di bidang reformasi birokrasi, manajemen kinerja dan kelembagaan, pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan publik, serta transformasi digital pemerintahan. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara. (WEB)