ilustrasi kecerdasan buatan (freepik.com/DC Studio)
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, kerja sama ini membuka peluang pelatihan, beasiswa, hingga pertukaran tenaga ahli untuk meningkatkan jumlah talenta digital Indonesia.
“Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna,” ujar Meutya.
Ia menyebut pemanfaatan AI tidak hanya berfokus pada teknologi semata, tetapi juga harus memberikan dampak nyata pada sektor strategis.
“Pemanfaatan AI kami arahkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pangan. Teknologi harus membantu guru mengajar, membantu tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan membantu petani mengambil keputusan,” kata Meutya.
Kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan infrastruktur AI seperti komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi dalam negeri, serta membuka peluang bagi pelaku usaha digital dan startup melalui penguatan ekosistem dan kolaborasi dengan sektor swasta.
Sebagai langkah tindak lanjut, Indonesia dan Korea akan membentuk komite bersama untuk memastikan implementasi program berjalan terarah. Kerja sama ini berlaku selama lima tahun dan akan diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi digital.