Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Alasan Roblox Belum Dianggap Patuhi Aturan PP Tunas
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid memberikan keterangan pers, Selasa (14/4/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Pemerintah menilai Roblox belum memenuhi ketentuan PP Tunas karena masih ada celah risiko dalam fitur platform, terutama terkait perlindungan anak di bawah 16 tahun.
  • Fitur komunikasi terbuka di Roblox memungkinkan anak berinteraksi dengan orang tak dikenal, sehingga dianggap berisiko tinggi dan belum sesuai standar keamanan yang ditetapkan.
  • Selain Roblox, YouTube juga masih dalam proses pembahasan kepatuhan terhadap PP Tunas, sementara platform lain seperti X, Meta Group, Bigolive, dan TikTok sudah menyatakan komitmen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 April 2026

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa Roblox belum memenuhi ketentuan PP Tunas terkait perlindungan anak. Ia menjelaskan bahwa meskipun Roblox telah melakukan pembaruan global, fitur komunikasi terbuka masih memungkinkan anak berinteraksi dengan orang tak dikenal.

kini

Pemerintah menilai Roblox dan YouTube masih belum patuh terhadap PP Tunas dan meminta perbaikan lanjutan. Sementara itu, platform lain seperti X, Bigolive, Meta Group, dan TikTok telah menunjukkan komitmen kepatuhan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menilai platform Roblox belum memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Tunas terkait perlindungan anak di bawah 16 tahun, terutama dalam aspek pembatasan komunikasi dengan orang tak dikenal.
  • Who?
    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan penilaian tersebut, mewakili pemerintah Indonesia yang meninjau kepatuhan platform digital terhadap PP Tunas.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta melalui keterangan pers resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Selasa, 14 April 2026, saat pemerintah memberikan pembaruan mengenai evaluasi kepatuhan sejumlah platform digital terhadap PP Tunas.
  • Why?
    Roblox dinilai belum patuh karena masih terdapat fitur komunikasi terbuka yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing serta sistem khusus anak yang belum sepenuhnya aman.
  • How?
    Pemerintah melakukan evaluasi berdasarkan hasil peninjauan fitur-fitur Roblox dan menemukan celah risiko. Platform diminta melakukan perbaikan lanjutan sebelum dapat dinyatakan mematuhi PP Tunas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bu Meutya bilang Roblox belum nurut sama aturan buat jaga anak kecil di internet. Katanya anak masih bisa ngobrol sama orang yang gak dikenal di game itu. Roblox udah coba ubah banyak hal, tapi belum cukup aman. Sekarang pemerintah suruh Roblox benerin lagi biar anak-anak lebih aman mainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan pemerintah mengenai Roblox menunjukkan adanya proses pengawasan yang aktif dan transparan terhadap perlindungan anak di dunia digital. Meskipun belum dinilai sepenuhnya patuh, pengakuan atas perubahan besar yang telah dilakukan Roblox menandakan kemajuan nyata. Dialog terbuka antara pemerintah dan platform juga mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat keamanan pengguna muda secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Roblox belum memenuhi ketentuan dalam PP Tunas terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Penilaian ini didasarkan pada masih ditemukannya celah risiko dalam fitur platform tersebut.

Pemerintah mencatat Roblox telah melakukan pembaruan pengaturan secara global.

“Kami mencatat baik bahwa ada perubahan besar yang dilakukan oleh Roblox,” ujar Meutya dalam keterangan persnya, Selasa (14/4/2026).

1. Anak masih bisa chat dengan orang tak dikenal

Map Mount Banda Neira (dok. Roblox)

Namun, perubahan itu dinilai belum cukup untuk memenuhi standar perlindungan anak di Indonesia. Salah satu alasan utama adalah masih adanya fitur komunikasi terbuka.

“Masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal,” kata Meutya.

Menurutnya, fitur tersebut menjadi indikator risiko tinggi dalam kerangka PP Tunas, karena membuka potensi interaksi anak dengan pihak asing tanpa pengawasan memadai.

2. Menilai fitur khusus anak atau Roblox Kids belum sepenuhnya aman

Map Driving Empire (dok. Roblox)

Selain itu, keberadaan fitur khusus anak (kids) di Roblox juga belum sepenuhnya menjamin keamanan. Pemerintah menemukan bahwa meskipun ada penyesuaian, sistem tersebut masih menyisakan celah yang memungkinkan interaksi tidak aman.

“Belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi,” ujar Meutya.

3. Masih ada Roblox dan YouTube yang belum penuhi aturan

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (27/03/2026). Sumber Foto: Komdigi

Dengan demikian, hingga saat ini pemerintah masih menilai Roblox belum patuh terhadap PP Tunas dan meminta perbaikan lanjutan, khususnya dalam aspek perlindungan anak dari risiko komunikasi dengan pihak tidak dikenal.

Dalam kesempatan yang sama, dia menyebut sebagian platform digital telah menyatakan komitmen kepatuhan yakni X, Bigolive, seluruh grup Meta yakni

Instagram, Facebook, Threads, dan juga kemudian dari TikTok. Sementara itu, dua platform yang masih dalam proses pembahasan adalah Roblox dan YouTube.

Editorial Team