Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumoki menyoroti stigma terhadap aborsi dan korban kekerasan seksual yang masih menjadi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Dia mengatakan pemahaman tenaga kesehatan turut dipengaruhi stigma yang berkembang di masyarakat.
“Jadi stigma terhadap aborsi memang masih tinggi. Masih sulit melihat aborsi itu adalah ya salah satu bentuk layanan kesehatan, gitu kan, yang bisa menjadi opsi, karena itu opsi, opsional,” ujar Marcia dalam Media Briefing Memperingati Hari Aborsi Aman Internasional dan Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi, di Jakarta, Senin (28/9/2026).
