Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Istana Belum Mau Bicara soal 5 Calon Manajer Kopdes Wafat saat Latsar
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Lima peserta SPPI calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latsar militer di berbagai lokasi dan waktu berbeda, dengan penyebab kematian yang beragam.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut dan menyebut akan ada waktu tersendiri untuk menjelaskan kasus wafatnya para peserta latsar.
  • Kemhan menegaskan kegiatan latsar hanya mencakup senam, jalan, dan pelatihan dasar disiplin tanpa latihan fisik berat, sementara penyebab kematian peserta meliputi heat stroke hingga henti jantung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Juni 2026

Yonanda Muhammad Taufiq, peserta latsar SPPI di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan, meninggal dunia akibat henti jantung.

18 Juni 2026

Anisa Muyassaroh dari Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia karena heat stroke saat mengikuti latsar militer.

22 Juni 2026

Novia Rahmadhani Sihotang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat riwayat tuberkulosis dan mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

23 Juni 2026

Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia di RSAU dr. Esnawan Antariksa setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan sejak sehari sebelumnya.

25 Juni 2026

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan mengalami keluhan sesak napas saat mengikuti kegiatan latsar dan sempat dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

26 Juni 2026

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal dunia dari Satuan Pendidikan Yon Parako 465. Pada hari yang sama malamnya, Nola Dya Sari juga wafat setelah sempat dirujuk ke RS Singkawang pukul 18.45 WIB dan dinyatakan meninggal pada 21.03 WIB.

27 Juni 2026

Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan dalam konferensi pers bahwa kegiatan latsar hanya mencakup senam, jalan, PBB, dan peraturan penghormatan militer tanpa latihan fisik berat.

28 Juni 2026

Mensesneg Prasetyo Hadi mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan Kebangsaan di JICC Jakarta dan menolak berkomentar mengenai kematian lima calon manajer kopdes selama latsar militer.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai satuan pendidikan.
  • Who?
    Korban adalah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Pihak Kemhan serta Mensesneg Prasetyo Hadi juga terlibat dalam penjelasan resmi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di beberapa lokasi pelatihan, antara lain Balikpapan, Baturaja, Jakarta, dan Kalimantan. Konferensi pers terkait digelar di Kementerian Pertahanan Jakarta.
  • When?
    Peristiwa terjadi antara 17 hingga 26 Juni 2026. Pernyataan resmi dari Kemhan disampaikan pada Sabtu, 27 Juni 2026.
  • Why?
    Penyebab kematian berbeda-beda: heat stroke, henti jantung, riwayat tuberkulosis, serta gangguan pernapasan. Hingga kini belum ada keterangan tambahan mengenai faktor lain yang memengaruhi kejadian tersebut.
  • How?
    Kemhan menjelaskan kegiatan latsar hanya meliputi senam, jalan kaki, baris-berbaris, dan penghormatan militer. Para korban sempat mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Lima orang yang mau jadi manajer koperasi desa meninggal waktu latihan dasar. Mereka sakitnya beda-beda, ada yang kepanasan, ada yang jantungnya berhenti, ada juga yang susah napas. Orang dari Kementerian Pertahanan bilang latihannya cuma senam dan jalan, tidak berat. Sekarang istana belum mau bicara soal itu dan katanya nanti baru dijelaskan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa ini menyedihkan, penjelasan dari Kementerian Pertahanan menunjukkan adanya upaya transparan dan tanggung jawab dalam menjelaskan tahapan latihan serta kondisi peserta. Penekanan bahwa kegiatan latsar masih berada pada tahap ringan seperti senam dan baris-berbaris mencerminkan niat untuk menjaga keselamatan peserta sambil tetap menanamkan disiplin dasar secara bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, belum mau berkomentar tentang hal tersebut.

Saat itu jurnalis bertanya, apakah akan ada evaluasi tentang latsar militer kepada SPPI kepada Prasetyo usai dia mendampingi Presiden Prabowo Subianto di acara Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).

"Hari ini acaranya adalah Konvensi Sains Teknologi Industri, ya," ujar Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, nanti akan ada waktu untuk menyampaikan tentang wafatnya calon manajer kopdes yang mengikuti latsar militer itu.

"Nanti waktunya, pada waktunya nanti akan kita sampaikan, terima kasih, ya," kata dia.

1. Identitas lima calon manajer kopdes yang wafat

Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kodam Mulawarman, Jumat (26/6/2026). Kodam Mulawarman

Sebanyak lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latsar militer. Mereka meninggal pada waktu yang berbeda dengan penyebab yang berbeda pula. Berikut identitas lima calon manajer kopdes tersebut!

  • Anisa Muyassaroh meninggal pada Kamis, 18 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur.

  • Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada Rabu, 17 Juni 2026 dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan.

  • Novia Rahmadhani Sihotang meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Yon Parako 465.

  • Nola Dya Sari meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 malam dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara, Kalimantan.

2. Kemhan klaim peserta latsar hanya ikuti senam dan jalan

Konferensi Pers Terkait evaluasi Latsar SPPI KDKMP di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2027) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan, fase awal pendidikan difokuskan pada pembentukan disiplin melalui program bela negara, bukan latihan militer dengan intensitas tinggi. Dia mengeklaim, peserta latsar tidak diberikan materi fisik yang berat.

"Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB (pelatihan baris-berbaris), dan peraturan penghormatan militer (PPM). Jadi belum ada kegiatan yang memang menentukan kegiatan fisik berat," kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2026).

Dia mengatakan, materi tersebut menjadi tahapan awal sebelum peserta menerima pembelajaran manajerial baik dari Kementerian Koperasi maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan.

3. Penyebab kematian korban berbeda-beda

Konferensi Pers Terkait evaluasi Latsar SPPI KDKMP di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2027) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam insiden ini, penyebab meninggalnya para peserta SPPI ini berbeda-beda. Berdasarkan pernyataan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, Anisa Muyassaroh meninggal karena heat stroke atau sengatan panas.

Sementara, Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung. Rico juga menjelaskan, Anisa dan Yonanda sempat dibawa ke rumah sakit setelah diberikan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan.

Kemudian, Novia Rahmadhani Sihotang memiliki riwayat penyakit tuberkolosis. Novia disebut sudah mengalami gangguan kesehatan sejak Senin, 22 Juni 2026 dan mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Muhammad Rifki Renaldi mengalami keluhan sesak napas pada Kamis, 25 Juni 2026. Meskipun kesehatannya sempat membaik hingga kembali mengikuti aktivitas. Namun sore harinya, kesehatan Rifki menurun dan dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Sementara, Nola Dya Sari sempat mengeluhkan sesak napas dan badan yang terasa panas pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 18.45 WIB. Nola sempat dirujuk ke RS Singkawang sebelum pada 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia.

Editorial Team

Related Article