Melki mengatakan, data korban jiwa tersebut masih bersifat sementara dan perlu dipastikan kembali oleh petugas di lapangan. Pemerintah daerah juga masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan maupun kemungkinan adanya korban lainnya akibat gempa yang berpusat di sekitar wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.
10 Daerah Terkena Tsunami Usai Gempa M7,7 Guncang NTT

- Gempa tektonik M7,7 mengguncang Flores, NTT, Sabtu pagi dan memicu peringatan dini tsunami dengan status Siaga serta Waspada di sejumlah wilayah.
- BMKG mencatat kenaikan muka laut di 10 daerah; tertinggi di Maurole, Ende mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
- Peringatan tsunami dicabut pukul 07.30 WIB. Sementara, lima korban jiwa dilaporkan di Sikka dan Manggarai, dengan pendataan dampak masih berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa berkekuatan M7,7 dan berpotensi memicu tsunami. Peringatan dini tsunami kemudian dikeluarkan untuk sejumlah wilayah dengan tingkat ancaman Siaga dan Waspada.
"Peringatan dini tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat status ancaman: Siaga (0,5 sampai 3 meter) terjadi di wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto," kata Nelly Florida dalam konferensi pers daring, Sabtu.
Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut, BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Kenaikan tertinggi tercatat di Maurole-Ende dengan ketinggian 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB, sedangkan kenaikan lainnya berada di bawah angka tersebut.
Berikut daftar 10 daerah yang tercatat terkena gelombang tsunami atau mengalami kenaikan muka air laut usai gempa M7,7 NTT berdasarkan data BMKG:
1.SIKKA, pada pukul 05:03 WIB dengan ketinggian 0.2 meter
2.PELABUHAN KEWAPANTE-SIKKA, pada pukul 05:16 WIB dengan ketinggian 0.38 meter
3.FLORES TIMUR, pada pukul 05:24 WIB dengan ketinggian 0.25 meter
4.LABUAN BAJO, pada pukul 05:26 WIB dengan ketinggian 0.36 meter
5.MAUROLE-ENDE, pada pukul 05:27 WIB dengan ketinggian 0.94 meter
6.DOMPU, pada pukul 05:29 WIB dengan ketinggian 0.17 meter
7.BAKALANG-ALOR, pada pukul 05:41 WIB dengan ketinggian 0.14 meter
8.BAUBAU, pada pukul 05:47 WIB dengan ketinggian 0.30 meter
9.BULUKUMBA, pada pukul 05:58 WIB dengan ketinggian 0.54 meter
10.KOLAKA, pada pukul 06.27 WIB dengan ketinggian 0.23
BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami kepada stakeholder dan masyarakat. Peringatan Dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05:00:39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi. Peringatan dini 2 telah diterbitkan pada pukul 05:09:56 WIB atau 11 menit 33 detik setelah gempa bumi.
Kemudian peringatan dini 3 berisi update parameter dan hasil observasi tide gauge (waktu tiba dan ketinggian tsunami) dirilis 4 (empat) kali pada:
- Peringatan dini 3.1 pukul 05:55:45 WIB atau 51 menit 27 detik setelah gempa bumi.
- Peringatan dini 3.2 pukul 06:28:42 WIB atau 1 jam 30 menit 19 detik setelah gempa bumi.
- Peringatan dini 3.3 pukul 06:49:19 WIB atau 1 jam 50 menit 56 detik setelah gempa bumi.
- Peringatan dini 3.4 pukul 07:05:33 WIB atau 2 jam 07 menit 10 detik setelah gempa bumi
-Peringatan dini 4 (pengakhiran) telah diterbitkan pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.
BMKG kemudian telah mencabut peringatan tsunami tersebut.
Hingga saat berita ini dilaporkan, gempa M7,7 yang mengguncang NTT telah merenggut 5 orang korban jiwa. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan, lima korban tersebut terdiri dari dua orang di Kabupaten Sikka dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.


















