Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Istana Cek Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Bertemu Gibran
Wamensesneg RI Bambang Eko Suhariyanto. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan memeriksa dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang dan meminta maaf di hadapan mahasiswa setelah isu tersebut viral di media sosial.
  • Sejumlah mahasiswa disebut menerima uang Rp1,5–2 juta per orang, namun sumber dan tujuan pemberian dana itu belum dikonfirmasi secara resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Juni 2026

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin bersama 15 mahasiswa menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara. Setelah pertemuan itu muncul dugaan bahwa mereka menerima uang antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang.

23 Juni 2026

Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan mengecek informasi dugaan pemberian uang kepada mahasiswa UBK. Pada hari yang sama, video pengakuan dan permintaan maaf Ketua BEM FH UBK Abdimaludin beredar di media sosial dan dikutip dari akun Instagram @marhaenpress.

kini

Pemerintah masih menelusuri kebenaran dugaan pemberian uang kepada mahasiswa UBK usai pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber atau tujuan dana tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah melalui Istana Negara tengah memeriksa dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.
  • Who?
    Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin dan sejumlah mahasiswa UBK yang mengikuti audiensi.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Istana Negara Jakarta, sementara pernyataan klarifikasi disampaikan Bambang Eko di Gedung DPR RI dan reaksi mahasiswa terjadi di lingkungan kampus UBK.
  • When?
    Pertemuan antara mahasiswa dan Wakil Presiden berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Pemeriksaan oleh pihak Istana dikonfirmasi pada Selasa, 23 Juni 2026.
  • Why?
    Dugaan muncul setelah beredarnya video pengakuan Ketua BEM FH UBK yang menyebut menerima uang usai bertemu Wakil Presiden. Isu ini menimbulkan desakan klarifikasi dari kalangan mahasiswa.
  • How?
    Dugaan terungkap melalui unggahan video dan siaran langsung di media sosial. Pemerintah menyatakan akan memantau dan mengecek kebenaran informasi tersebut, sementara klarifikasi internal masih berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada cerita tentang mahasiswa dari Universitas Bung Karno yang katanya dapat uang setelah ketemu Pak Gibran, wakil presiden. Ada yang bilang uangnya buat supaya mereka gak demo di Istana. Sekarang banyak orang tanya-tanya dan marah. Pak Bambang dari Istana mau cek dulu kebenarannya. Ketua mahasiswa sudah minta maaf ke teman-temannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto untuk memeriksa kebenaran dugaan pemberian uang kepada mahasiswa UBK menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan akuntabilitas. Di sisi lain, sikap terbuka Ketua BEM FH UBK yang mengakui kesalahan di hadapan rekan-rekannya mencerminkan adanya tanggung jawab moral dan budaya klarifikasi di lingkungan mahasiswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) RI Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, akan mengecek informasi yang beredar soal dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agar mereka tidak menggelar demonstrasi di depan Istana Negara.

Pernyataan ini disampaikan Bambang Eko saat dimintai tanggapan mengenai video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima uang setelah bertemu Gibran pada Senin (15/6/2026).

"Coba nanti saya monitor dulu ya. Saya enggak ngikutin yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya," ujar Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) kembali menjadi sorotan. Hal ini terjadi usai ramai di media sosial mengenai dugaan adanya penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa yang mengikuti audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin, 15 Juni 2026.

Isu tersebut memicu desakan dari kalangan mahasiswa Universitas Bung Karno agar para pengurus BEM FH memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan dugaan yang beredar. Proses konfrontasi antarmahasiswa sempat disiarkan secara langsung melalui platform TikTok dan dibagikan ke sejumlah media sosial.

Dalam video tersebut, Ketua BEM FH UBK Abdimaludin menyampaikan permintaan maaf di hadapan mahasiswa. “Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” kata Abdi dalam video yang beredar, dikutip dari Instagram @marhaenpress, Selasa (23/6/2026).

Sejumlah pengurus mahasiswa disebut mengakui menerima uang dengan nominal sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang.

Abdimaludin diketahui menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran bersama rombongan mahasiswa lain yang berjumlah 15 orang, saat demo pada 15 Juni 2026. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan sumber maupun tujuan pemberian uang tersebut.

Di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan penerimaan uang tersebut, muncul berbagai klaim lain di media sosial. Salah satu akun di platform X, @txtdarigenz97 mengunggah narasi yang menyebut kelompok mahasiswa yang menemui Wakil Presiden Gibran diduga menerima dana hingga Rp300 juta.

“Masih ingat mahasiswa yang diajak gibran masuk ke istana? Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta. Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting. Malam ini mereka lagi di introgasi oleh mahasiswa UBK,” tulis akun tersebut.

Editorial Team

Related Article