Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JAFEX 2026, Cara Jakarta Olah Aset Daerah Jadi Penggerak Ekonomi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka acara Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di The St Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8). (Beritajakarta.id)
  • JAFEX 2026 mempertemukan Pemprov DKI dengan investor dan mitra pembangunan untuk mengoptimalkan aset daerah melalui skema kerja sama, sebagai sumber pembiayaan di luar APBD.
  • Pemprov DKI mempromosikan 40 BMD berpotensi investasi awal Rp22,37 triliun serta 41 aset dari 13 SKPD senilai rencana Rp13,1 triliun; realisasinya masih melalui kajian.
  • Optimalisasi aset menargetkan kenaikan pendapatan pemanfaatan aset menjadi Rp1 triliun pada 2026, dengan penekanan pada legalitas, transparansi, kepastian investasi, dan manfaat publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    JAFEX 2026 mempromosikan aset milik Pemprov DKI Jakarta untuk dikembangkan melalui investasi dan skema kerja sama, mencakup TOD, waterfront, mixed-use, fasilitas olahraga, ruang komersial, kreatif, serta media luar ruang.
  • Who?
    Pemprov DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung, DPRD DKI Jakarta, Menteri Koordinator AHY, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan terlibat dalam forum tersebut.
  • Where?
    Forum berlangsung di Hotel The St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan. Aset yang ditawarkan berada di wilayah DKI Jakarta, termasuk rencana Jakarta International Cultural Hub di Kuningan.
  • When?
    JAFEX 2026 digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pemprov DKI menargetkan pendapatan dari pemanfaatan aset meningkat menjadi Rp1 triliun pada 2026.
  • Why?
    Pemprov DKI mendorong optimalisasi aset untuk memperoleh pembiayaan pembangunan di luar APBD, meningkatkan PAD, menarik kepercayaan investor, serta menghasilkan nilai tambah dan manfaat publik.
  • How?
    Pemprov DKI menawarkan 40 BMD berpotensi investasi awal Rp22,37 triliun serta 41 aset dari 13 SKPD senilai sekitar Rp13,1 triliun, melalui studi kelayakan, kajian teknis, desain, dan kerja sama swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aset daerah kini tak lagi sekadar tumpukan daftar inventaris dalam catatan administrasi pemerintah. Jakarta punya cara untuk mengubahnya menjadi sumber ekonomi baru. Tanah, bangunan, hingga berbagai ruang milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dijadikan mesin penggerak investasi yang memberi dampak nyata bagi warga.

Arah baru pengelolaan kekayaan daerah itu terpapar gamblang dalam ajang Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di Hotel The St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8). Forum bergengsi tersebut menyatukan langkah Pemprov DKI dengan para investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga mitra pembangunan. Tujuannya satu: meracik formula skema kerja sama terbaik demi mengoptimalkan potensi aset ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan optimalisasi aset merupakan pilar penting dalam memantapkan langkah Jakarta menuju jajaran kota global dunia. Pengelolaan kekayaan daerah, lanjut dia, harus berjalan maksimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus manfaat publik yang lebih luas.

"Pemerintah DKI Jakarta membuka Forum JAFEX yang pertama dan ini akan menjadi tradisi. Bagaimanapun, Pemerintah DKI Jakarta sebagai kota global ingin pemanfaatan asetnya bisa berjalan dengan maksimal," tegas Pramono.

1. Dari aset menjadi peluang investasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka acara Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di The St Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8). (Dok. Beritajakarta.id)

Melalui JAFEX 2026, Pemprov DKI Jakarta mempertemukan aset potensial dengan mitra yang memiliki modal, teknologi, pengalaman, dan jaringan. Aset tersebut ditawarkan untuk berbagai pengembangan, seperti kawasan berorientasi transit (TOD), waterfront atau riverfront, kawasan mixed-use, fasilitas olahraga dan rekreasi, hingga ruang komersial, kreatif, dan media luar ruang.

Dengan konsep ini, aset daerah tidak hanya dipandang berdasarkan nilai tanah atau bangunannya. Pemanfaatannya diarahkan untuk membangun konektivitas antarkawasan, menggerakkan perekonomian, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperluas ruang publik.

Dalam JAFEX 2026, Pemprov DKI Jakarta mempromosikan 40 Barang Milik Daerah (BMD) dengan estimasi potensi investasi awal sekitar Rp22,37 triliun. Nilai tersebut masih merupakan perkiraan awal dan belum mencerminkan investasi yang telah terealisasi. Nilai aktual investasi masih harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari studi kelayakan, kajian teknis, desain, hingga perhitungan biaya.

Selain itu, Pemprov DKI menyebut terdapat 41 aset potensial dari 13 SKPD dengan rencana investasi sekitar Rp13,1 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari portofolio aset yang ditawarkan dalam forum dan menggunakan konteks perhitungan yang berbeda dengan estimasi awal Rp22,37 triliun.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa nilai investasi yang ditawarkan melalui JAFEX masih berada dalam tahap penjajakan dan pengembangan proyek. Karena itu, keberhasilan forum tidak hanya diukur dari besarnya nilai aset yang dipromosikan, tetapi juga dari sejauh mana peluang tersebut dapat diwujudkan menjadi proyek nyata.

Gubernur Pramono menegaskan, optimalisasi aset merupakan bagian dari upaya Jakarta mencari sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD.

“Pembangunan Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena itu, kami mendorong creative financing dan skema kerja sama, termasuk kompensasi atas pelampauan KLB, untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik,” tegasnya.

Pendekatan tersebut, antara lain, diterapkan dalam rencana pengembangan Jakarta International Cultural Hub di Kuningan. Proyek tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak swasta tanpa menggunakan APBD.

2. Ruang optimalisasi aset Jakarta masih besar

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan investasi sekaligus kesejahteraan masyarakat. (Dok. Beritajakarta.id)

Besarnya peluang tidak terlepas dari nilai aset yang dimiliki Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyebut nilai aset Jakarta mencapai sekitar Rp750 triliun. Namun, tidak semua aset dapat langsung dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi karena sebagian berupa jalan, saluran, taman, dan fasilitas publik lainnya.

Menurut Wibi, pemanfaatan aset perlu dilakukan secara kreatif dengan tetap mempertahankan fungsi utamanya. Salah satunya melalui konsep mixed-use yang memungkinkan aset tertentu memiliki nilai tambah ekonomi tanpa mengurangi manfaatnya sebagai fasilitas publik.

“Kalau kita berbicara tentang Jakarta masa depan, semua yang ada itu harus bisa tepat digunakan. Bagaimana kita mixed-use. Misalnya, taman-taman kita apakah bisa mempunyai nilai ekonomi tambah,” ujar Wibi.

Optimalisasi aset juga membutuhkan kepastian administrasi dan hukum. Sebelum dikembangkan, aset pemerintah harus memiliki status kepemilikan yang jelas sehingga pemanfaatannya memiliki landasan yang kuat.

Pemprov DKI Jakarta mencatat telah memiliki 4.482 sertifikat aset dengan luas 667 hektare dan nilai sekitar Rp126,9 triliun pada 2024. Capaian tersebut tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan menjadi bagian dari upaya penertiban serta penguatan legalitas aset daerah.

Setelah legalitas diperkuat, tantangan berikutnya adalah memastikan aset dapat dimanfaatkan secara produktif. Badan Pengelolaan Aset Daerah menargetkan kontribusi pendapatan dari pemanfaatan aset meningkat dari Rp805 miliar menjadi Rp1 triliun pada 2026.

3. Investasi harus berujung pada manfaat publik

Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di The St. Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8). (dok. Jakarta.go.id )

Keberhasilan JAFEX 2026 tidak hanya ditentukan oleh besarnya nilai investasi yang ditawarkan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana investasi tersebut memberikan manfaat bagi Jakarta dan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani mengatakan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tumbuhnya kepercayaan investor menjadi dua indikator penting keberhasilan JAFEX.

“Keberhasilannya dua-duanya sangat jadi poin penting. Dengan peningkatan PAD, juga dengan kepercayaan investor untuk menaruh investasinya di DKI Jakarta, itu juga jadi target utama dari JAFEX ini,” ujar Rany.

Menurut dia, pembangunan Jakarta membutuhkan pembiayaan besar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi penting. Kepastian hukum, keamanan, dan kenyamanan berinvestasi juga perlu diperkuat agar kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menyebut pengembangan aset publik membutuhkan sinergi antara pemerintah, investor, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan.

“Kalau seluruh kekuatan ini bisa kita satukan, bisa kita sinergikan dan kolaborasikan, kita akan punya peluang yang besar untuk mengubah aset publik menjadi sesuatu yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita,” ujar dia.

AHY juga menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola aset. Aset pemerintah tidak cukup hanya dicatat dan dikelola, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus tetap sejalan dengan rencana pembangunan. Pemanfaatannya juga harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Dengan pendekatan tersebut, JAFEX 2026 tidak sekadar menjadi etalase aset milik pemerintah. Forum ini menjadi bagian dari upaya Jakarta mengubah aset daerah menjadi proyek produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi masa depan kota. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article