Aktivis 98 sekaligus Dewan Pembina Relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu), Budiman Sudjatmiko (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Budiman juga mengatakan, komitmen pasangan calon presiden nomor urut dua terhadap perdamaian tidak hanya diungkapkan dalam berbagai pernyataan, namun juga tercermin dalam visi dan misi yang sudah dicanangkan.
"Dalam Asta Cita 2, pada poin ke-15 tertulis jelas ya. Bahwa kita akan melanjutkan perdamaian dunia dalam forum-forum bilateral dan multilateral. Ini hal yang akan jadi pegangan. Rekam jejak Pak Prabowo sebagai Menhan juga bisa dianggap sebagai garansinya," ungkap Budiman.
Selain melanjutkan menyuarakan perdamaian dunia, Prabowo-Gibran juga berkomitmen meningkatkan peran aktif Indonesia dalam usaha mendorong perdamaian dunia. Hal ini menjadi bagian integral dari program mereka, sebagaimana tercantum dalam Program Kerja Asta Cita 2, khususnya di poin ke-18.
Program tersebut menargetkan peningkatan peran aktif Indonesia dalam upaya mendorong perdamaian, terutama di antara negara-negara yang saat ini mengalami konflik.
Budiman mengklaim bahwa Prabowo memiliki rekam jejak dan komitmen dalam menjunjung tinggi perdamaian dunia.
Ia juga menuturkan bahwa prinsip ini juga diterapkan dalam pendekatan politik luar negeri Indonesia, yang menunjukkan kecenderungan untuk membangun kemitraan dan perdamaian global.
"Beliau sering menyatakan bahwa memiliki satu musuh saja sudah terlalu banyak, sementara seribu teman masih terlalu sedikit," imbuh aktivis 98 tersebut.