Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun

2 min read
Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun
ilustrasi barisan bendera Jepang (unsplash.com/Colton Jones)
  • Kelahiran bayi warga Jepang mencapai 320.458 pada semester I 2026, naik 0,4 persen secara tahunan dan menjadi kenaikan pertama untuk periode ini dalam 11 tahun.
  • Meski kelahiran total naik menjadi 342.068, kematian mencapai 778.982 jiwa; tingkat kesuburan 2025 juga turun ke rekor terendah, yakni 1,14 anak per perempuan.
  • Populasi Jepang menyusut 2,5 persen menjadi 122,97 juta jiwa pada 2025, sementara penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai rekor 29,4 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Berdasarkan data pemerintah Jepang yang dirilis Rabu (4/11/2026), jumlah kelahiran bayi dari warga negara Jepang mencapai 320.458 pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi kenaikan pertama dalam 11 tahun untuk periode Januari — Juni.

Kendati demikian, jumlah kelahiran sepanjang 2026 diperkirakan masih berada di kisaran angka tahun sebelumnya. Jepang juga masih menghadapi penurunan populasi lantaran jumlah kematian jauh melampaui kelahiran.

  1. 1. Kematian di Jepang melampaui jumlah kelahiran

    Pekuburan di Tokyo, Jepang
    Pekuburan Buddha di Tokyo, Jepang (commons.wikimedia.org/Chris 73)

    Dilansir Anadolu Agency, data awal Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang mencatat sebanyak 342.068 bayi lahir selama Januari — Juni 2026, termasuk dari warga negara asing. Jumlah tersebut meningkat 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Akan tetapi, jumlah kematian mencapai 778.982 orang atau melampaui angka kelahiran sebanyak 436.914. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penurunan populasi Jepang masih berlanjut.

  2. 2. Tingkat kesuburan Jepang turun ke rekor terendah

    ibu melahirkan dan bayinya
    ilustrasi ibu melahirkan dan bayinya (pexels.com/Saúl Sigüenza)

    Tingkat kesuburan total Jepang atau rerata jumlah anak yang diperkirakan dilahirkan seorang perempuan sepanjang hidupnya turun menjadi 1,14 pada 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 1,15 pada 2024 sekaligus menjadi rekor terendah.

    Pemerintah Jepang telah berupaya mendorong pernikahan dan kelahiran anak melalui berbagai insentif keuangan serta perluasan dukungan pengasuhan anak. Akan tetapi, negara tersebut masih menghadapi kesulitan membalikkan tren penurunan angka kelahiran.

    Dilansir Kyodo News, para ahli menilai peningkatan kelahiran pada semester pertama 2026 barangkali turut didukung oleh kenaikan jumlah pernikahan pada 2024 dan 2025.

    Namun, jumlah kelahiran sepanjang 2026 diperkirakan masih mendekati angka 671.270 bayi pada 2025. Angka tersebut merupakan rekor terendah selama 10 tahun berturut-turut.

  3. 3. Populasi Jepang terus menyusut dan menua

    lansia di Jepang
    ilustrasi lansia di Jepang (pexels.com/Iban Lopez Luna)

    Data sensus final menunjukkan jumlah penduduk Jepang, termasuk warga negara asing, turun 2,5 persen menjadi 122,97 juta jiwa pada 2025. Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut dalam pencatatan sensus.

    Di tengah penyusutan populasi Jepang, penduduk berusia 65 tahun ke atas saat ini mencapai 29,4 persen dari keseluruhan populasi. Proporsi tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan dan menambah tekanan terhadap angkatan kerja, sistem pensiun, serta layanan kesehatan.

    Pemerintah Jepang menargetkan awal 2030-an sebagai kesempatan terakhir untuk mengatasi krisis angka kelahiran. Lembaga Penelitian Populasi dan Jaminan Sosial Nasional Jepang (IPSS) sebelumnya memproyeksikan jumlah kelahiran tahunan akan turun di bawah 680 ribu pada 2040. Namun, penurunan tersebut berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More