Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JPO Paledang Mulai Dibongkar, Kota Bogor Targetkan Ramah Pejalan Kaki
Situasi pembongkaran JPO Paledang Kota Bogor. IDN Times/Linna Susanti
  • Pemkot Bogor mulai membongkar JPO Paledang karena kondisi korosif dan berbahaya, sebagai langkah menuju kota yang lebih ramah pejalan kaki.
  • Wali Kota Dedie A. Rachim menegaskan tidak akan membangun JPO baru, menggantinya dengan zebra cross agar pengendara lebih menghormati pejalan kaki.
  • Pembongkaran berlangsung 26 Juni–2 Juli 2026 pada dini hari untuk mengurangi kemacetan, dengan imbauan pengalihan arus lalu lintas dari Dishub Kota Bogor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 Juni 2026

Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di Jalan Kapten Muslihat, Bogor resmi dimulai. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau lokasi pada malam hari sebelum pelaksanaan pembongkaran.

26 Juni hingga 2 Juli 2026

Dinas Perhubungan Kota Bogor melaksanakan pembongkaran JPO Paledang pada periode ini dengan waktu kerja dini hari pukul 00.00–04.30 WIB untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, dilakukan karena kondisi jembatan yang korosif dan membahayakan keselamatan publik.
  • Who?
    Pemerintah Kota Bogor dipimpin Wali Kota Dedie A. Rachim bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor melaksanakan pembongkaran dengan dukungan sejumlah kepala dinas terkait.
  • Where?
    Pekerjaan berlangsung di kawasan JPO Paledang, Jalan Kapten Muslihat, dekat Stasiun Bogor, serta berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Jalan Mayor Oking dan Jalan Raya Dramaga.
  • When?
    Pembongkaran dimulai Jumat, 26 Juni 2026, dijadwalkan berlangsung hingga 2 Juli 2026 setiap dini hari pukul 00.00 sampai 04.30 WIB untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
  • Why?
    Kebijakan ini diambil karena struktur jembatan sudah rusak akibat korosi serta sebagai langkah menuju kota yang lebih ramah pejalan kaki dan mendorong kesadaran pengendara menghormati penyeberang jalan.
  • How?
    Pembongkaran dilakukan bertahap pada malam hari dengan pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Setelahnya, zebra cross akan menggantikan fungsi JPO sebagai sarana penyeberangan utama warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jembatan buat orang nyebrang di Paledang, Bogor, dibongkar karena sudah rusak dan bahaya. Pak Wali Kota Dedie bilang jembatan itu bikin susah ibu-ibu dan anak-anak karena tangganya tinggi. Nanti orang nyebrang pakai zebra cross aja. Mobil dan motor harus pelan kalau ada orang lewat. Sekarang pekerja lagi bongkar malam-malam biar jalan gak macet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembongkaran JPO Paledang mencerminkan langkah progresif Pemerintah Kota Bogor dalam mewujudkan lingkungan kota yang lebih manusiawi dan aman. Dengan mengganti jembatan lama yang korosif menjadi penyeberangan sebidang, kebijakan ini tidak hanya mengutamakan keselamatan publik, tetapi juga menumbuhkan budaya saling menghormati antara pengendara dan pejalan kaki di pusat kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang berada di Jalan Kapten Muslihat, dekat Stasiun Bogor resmi dibongkar pada Jumat (26/6/2026). Pembongkaran ini dilakukan karena kondisi fisik jembatan sudah korosif dan membahayakan keselamatan publik.

​Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, kebijakan merobohkan JPO Paledang ini diambil sebagai bagian dari visi besar untuk mengubah wajah Kota Hujan agar lebih ramah terhadap pejalan kaki.

​"Malam ini bisa dibilang hari terakhir sebelum pembongkaran. Jadi kami lengkap bersama para kepala dinas yang terkait langsung, meninjau persiapan pembongkaran JPO Paledang. Secara konstruksi, JPO ini memang sudah bermasalah karena ada beberapa titik yang sifatnya sudah korosif dan harus dibongkar," ujar Dedie saat meninjau lokasi konstruksi di JPO Paledang, Jumat (26/6/2026) malam.

​1. Bongkar JPO Paledang untuk bangun budaya pengendara yang utamakan penjalan kaki

Wali Kota Bogor tinjau langsung Pembongkaran JPO Paledang Jumat malam (26/6/2026). IDN Times/Linna Susanti

Penghapusan infrastruktur penyeberangan atas ini ditujukan untuk memaksa para pengendara roda dua maupun roda empat menurunkan ego mereka saat melintasi area pusat kota. Wali Kota menilai, struktur tangga JPO yang terlalu tinggi selama ini sangat menyulitkan kelompok rentan.

​"Kasihan ibu-ibu, orangtua, dan anak-anak karena tangganya sangat tinggi. Ke depan, kita ingin Kota Bogor itu lebih ramah kepada pejalan kaki, lebih ramah kepada manusia. Jadi, kendaraan roda empat dan roda dua harus mau berbagi dengan masyarakat yang menyeberang," kata Dedie.

​Dia mengatakan, setelah pembongkaran JPO Paledang, Pemkot Bogor tidak akan lagi membangun JPO baru di area tersebut. Menurut Dedie, langkah ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran bagi pengendara kendaraan agar membiasakan diri menghormati pejalan kaki.

​"Apakah akan ada JPO baru? Gak ada lah! Masa manusia harus mengalah terus dan dipaksa naik-naik ke atas? Di Jakarta juga sudah dipotong dan ditebang semua JPO-nya. Ini adalah pelajaran buat kita untuk membiasakan diri menghormati pejalan kaki dan menghormati manusia yang memang tidak menggunakan kendaraan," kata Dedie.

​2. Zebra cross akan jadi pengganti JPO usai pembongkaran

Situasi perlintasan di Area JPO Paledang di Dekat Stasiun Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor secara bertahap akan mengalihkan pergerakan masyarakat menggunakan sarana penyeberangan sebidang. Penataan ini sekaligus menjadi ujian bagi tingkat kepatuhan dan kepedulian sosial para pengguna jalan di Kota Bogor.

​"Kalau nanti sudah tidak ada lagi JPO, maka zebra cross ini akan menjadi fungsi utama orang menyeberang. Kita ingin membiasakan kendaraan roda dua dan roda empat itu untuk mengerem jika ada orang yang menyeberang. Di situlah letak nilai solidaritas kemanusiaannya," kata Dedie.

​3. Jadwal pembongkaran JPO Paledang hingga penutupan jalan

JPO Paledang di dekat Stasiun Bogor. IDN Times/Linna Susnati

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, pembongkaran JPO Paledang dilaksanakan selama periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026. Waktu pengerjaan dimulai pada dini hari pukul 00.00 sampai 04.30 WIB demi meminimalkan kepadatan lalu lintas.

​Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengimbau pengendara untuk menghindari area pengerjaan dan memilih jalur alternatif.

​"(Hindari) Jalan Paledang, Jalan Mayor Oking, Jalan Kapten Muslihat, dan Jalan Raya Dramaga (arah Stasiun Bogor dan arah Dramaga). Arus lalu lintas dari Jalan Kapten Muslihat arah Jalan Veteran dialihkan ke Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Martadinata, Jalan Merdeka, atau melalui Jalan Sarif Bustaman (Empang)," kata Dody Wahyudin.

​Di sisi lain, Wali Kota mengatakan, target total pembersihan area struktur penataan kawasan ini sebulan, namun pengerjaan utama diupayakan bisa selesai lebih cepat dari yang ditargetkan.

​"Target pengerjaan pembongkaran ini adalah satu bulan, namun akan kita upayakan agar lebih cepat. Yang penting, malam ini konstruksi utamanya sudah mulai kita garap," ucap Dedie.

Editorial Team

Related Article