Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026)(dok. Setwapres)
  • Gibran tetap meninjau program bedah rumah di Desa Bebanga meski hujan deras dan akses mobil terhambat jembatan terputus.

  • Program bedah rumah dinilai perlu mencakup sanitasi dan kesehatan keluarga, bukan hanya perbaikan fisik hunian.

  • Warga yang masih membutuhkan bantuan diminta didata agar program berjalan tepat sasaran sesuai ketentuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (2/11/2026)

Hujan deras mengguyur Desa Bebanga. Gibran datang meninjau program bedah rumah dan menggunakan sepeda motor karena jembatan terputus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gibran meninjau program bedah rumah dan menekankan pentingnya sanitasi serta kesehatan keluarga penerima manfaat.
  • Who?
    Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, pemerintah, dan warga penerima atau calon penerima bantuan bedah rumah.
  • Where?
    Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
  • When?
    Senin (2/11/2026).
  • Why?
    Untuk meninjau pelaksanaan program, melihat kondisi masyarakat, serta memastikan kebutuhan tempat tinggal dan lingkungan sehat diperhatikan.
  • How?
    Gibran datang langsung ke lokasi dan menggunakan sepeda motor setelah jembatan terputus serta tidak bisa dilalui mobil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gibran datang melihat rumah warga di Desa Bebanga saat hujan deras. Karena jembatan rusak, ia naik motor. Ia ingin rumah yang diperbaiki juga punya tempat bersih untuk mandi dan hidup sehat. Gibran meminta warga yang belum mendapat bantuan didata. Sekarang pemerintah masih menjalankan program ini untuk membantu keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kunjungan langsung memberi ruang bagi pemerintah untuk melihat kondisi warga dan pelaksanaan program secara lebih dekat. Perhatian pada sanitasi, kesehatan, serta pendataan penerima bantuan juga memperluas makna bedah rumah, sehingga perbaikan hunian dapat berjalan bersama upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hujan deras mengguyur Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Di tengah cuaca yang tak bersahabat, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, tetap datang menemui warga untuk meninjau program bedah rumah.

Akses menuju lokasi sempat menjadi kendala, setelah jembatan terputus dan tidak bisa dilalui mobil. Gibran terpaksa menumpang sepeda motor, agar bisa mencapai lokasi tujuan.

Di balik kunjungan tersebut, ada hal lain yang menjadi perhatian Gibran. Program bedah rumah, menurutnya, tak semestinya hanya berbicara soal memperbaiki bangunan, tetapi juga memastikan keluarga penerima manfaat tinggal di lingkungan yang sehat.

1. Bedah rumah bukan cuma soal bangunan

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). (dok. Setwapres)

Saat meninjau pelaksanaan program, Gibran menekankan pentingnya memperhatikan sanitasi dan kesehatan keluarga penerima manfaat. Hunian yang layak perlu didukung lingkungan tempat tinggal yang sehat.

Karena itu, pembangunan rumah juga harus memperhatikan ketersediaan sanitasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga.

“Pembangunan harap juga memperhatikan sisi sanitasi dan kesehatan, sehingga bantuan bedah rumah ini bisa jadi salah satu bentuk intervensi untuk mencegah stunting,” kata. Gibran.

Pesan tersebut menjadi penting, karena persoalan tempat tinggal tidak berhenti pada kondisi fisik rumah. Sanitasi yang buruk juga dapat memengaruhi kesehatan keluarga, terutama anak-anak.

Program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto pun diharapkan tidak berhenti pada pembangunan hunian yang lebih layak. Ada aspek kesehatan yang perlu berjalan beriringan agar bantuan benar-benar memberi dampak bagi kehidupan penerimanya.

2. Di tengah hujan, warga tetap jadi perhatian

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). (dok. Setwapres)

Kunjungan Gibran ke Desa Bebanga juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat di daerah. Kondisi akses yang terputus tidak menghapus agenda tersebut.

Justru, kehadiran Gibran secara langsung di lokasi memberi kesempatan untuk melihat bagaimana program pemerintah dijalankan, dan apa saja kebutuhan warga yang masih belum tersentuh bantuan.

Gibran pun meminta agar masyarakat yang masih membutuhkan perbaikan rumah tidak luput dari pendataan.

“Untuk masyarakat yang masih membutuhkan bedah rumah tapi belum mendapat bantuan, tolong didata, dipenuhi persyaratannya, agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” imbau Gibran.

Permintaan itu menunjukkan bahwa keberhasilan program bukan hanya diukur dari jumlah rumah yang telah diperbaiki. Ketepatan sasaran juga menjadi bagian penting agar warga yang memenuhi kriteria tidak tertinggal.

3. Pemerintah diminta hadir sampai ke pelosok

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). (dok. Setwapres)

Peninjauan di Desa Bebanga merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gibran di Mamuju dan Mamasa, Sulawesi Barat. Melalui kunjungan langsung, Wapres berupaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di Desa Bebanga, hujan dan kondisi akses menjadi bagian dari situasi yang dihadapi dalam kunjungan tersebut. Namun, perhatian utama tetap kembali kepada warga dan kebutuhan mereka akan tempat tinggal yang layak serta lingkungan yang sehat.

Pada akhirnya, rumah yang dibedah bukan sekadar bangunan yang diperbaiki. Di dalamnya ada keluarga yang berharap bisa tinggal dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.

Kehadiran pemerintah pun diharapkan tak berhenti pada bantuan fisik. Lebih dari itu, program tersebut harus membawa perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article