Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik ketika Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menhan Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kemhan pada Rabu, 9 September 2026. Sjafrie sempat terekam kamera menghampiri seorang kadet perempuan yang mengenakan hijab.
Kadet perempuan dari Universitas Pertahanan itu ikut dikerahkan untuk menyambut Menhan Kayan. Sjafrie sempat berbincang dengan kadet perempuan berhijab tersebut, seolah ingin menegaskan Unhan tak melarang penggunaan jilab.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait membenarkan, Sjafrie sempat mengajak kadet perempuan berhijab itu berbincang singkat.
"Foto itu merupakan bagian dari implementasi kebijakan yang sebelumnya sudah kami sampaikan melalui siaran pers Kemhan, dan kemudian ditindak lanjuti dengan surat edaran Unhan mengenai penggunaan hijab bagi kadet muslim putri," ungkap Rico kepada IDN Times lewat pesan pendek, Jumat (11/9/2026).
Kebijakan itu, kata Rico, tidak dibatasi hanya untuk kadet perempuan yang diterima di tahun ajaran 2026. Aturan penggunaan jilbab itu juga berlaku bagi kadet mahasisawa S-1 dan D-3 muslim putri di lingkungan Unhan.
"Foto tersebut lebih menunjukkan bahwa kebijakan yang sudah ditetapkan kini telah diimplementasikan di dalam kegiatan kadet Unhan, termasuk bagi kadet yang mengikuti pendidikan pada tahun ini," tutur jenderal bintang satu itu.
Unhan sempat menjadi sorotan luas publik lantaran calon kadet baru kampus tersebut memilih mengundurkan diri. Kadet yang diketahui bernama Asma Wafa Ahdina itu, memilih mengundurkan diri dari Fakultas Kedokteran Gigi. Alasannya, lantaran ia diminta menyesuaikan penggunaan hijab di aktivitas tertentu.
