Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke NTT (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Prabowo kemudian berpesan kepada kepala daerah, agar masyarakatnya diberikan edukasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Prabowo juga menyinggung, NTT merupakan daerah yang kekurangan pohon.
"Kemudian yang nanti Pak Bupati, Pak Gubernur, ya, dan nanti kita di pusat. Ini saya cukup mengertilah daerah-daerah sini ya. Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang, ya. Kalau tidak salah dari dulu ya, rakyat di sini juga banyak bakar hutan ya? Benar kan? Benar saya hafal, saya tahu. Saya waktu muda juga lama di daerah-daerah sini, ya. Masalahnya itu. Jadi rakyat kita harus dikasih pendidikan, buka lahan tidak boleh dengan bakar-bakar. Tapi oke, itu memang masalah," ucap dia.
"Di sini dulu daerahnya ini lebat kalau kita pikir 100 tahun yang lalu, 200 tahun yang lalu, ya. Portugis, Spanyol datang ke sini mencari kayu untuk angkatan laut mereka. Makanya mereka menjajah Timor Timur, mereka masuk ke Timor Barat, masuk ke... nyari kayu kita untuk angkatan laut mereka. Jadi superpower itu dulu superpower kekuatan militernya di angkatan laut, angkatan lautnya dari kayu. Ya ini kita ingatkan," sambungnya.3. Prabowo ingin NTT hijau
Lebih lanjut, Presiden Prabowo ingin agar wilayah NTT hijau. Oleh karena itu, pemerintah juga tidak hanya ingin membuka lahan pertanian, tapi menambah jumlah pohon di NTT.
"Jadi nanti Provinsi dan Kabupaten selain pertanian, tapi juga penghijauan kembali. Menanam pohon dalam jumlah yang sangat banyak, ya. Dengan pendidikan mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolah, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya. Pohon adalah sumber kehidupan, ya. Pohon adalah sumber kehidupan. No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life. Ingat ya. No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life," imbuhnya.