Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026) (dok. Setwapres)
Gibran juga mendengarkan langsung keluhan keluarga pasien, termasuk kebutuhan obat dan kemungkinan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Gibran mengatakan kesehatan anak menjadi salah satu hal yang sangat penting. Ia ingin ratusan anak korban keracunan MBG di Karo, khususnya yang masih menjalani perawatan, dapat segera pulih dan kembali bersekolah serta menjalani aktivitas sehari-hari.
Gibran tidak hanya menemui anak-anak yang menjalani perawatan. Ia juga berbincang dengan keluarga pasien di lobi rumah sakit, untuk mendengar kebutuhan dan keluhan mereka secara langsung.
Salah seorang ibu menceritakan kondisi anaknya yang sempat dirawat akibat keracunan makanan MBG pada Agustus lalu. Meski sudah diperbolehkan pulang, sang anak disebut masih mengalami keluhan kesehatan.
Gibran memastikan keluhan masyarakat akan disampaikan kepada pihak terkait. Kebutuhan obat maupun rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga akan diupayakan.
“Tadi saya datangi satu-satu bapak, ibu, semuanya. Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh referensi ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua,” katanya.
Gibran mengatakan berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan MBG sedang menjadi bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut masukan dari masyarakat penting untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.
“Hal ini sedang dievaluasi oleh kepala BGN (Badan Gizi Nasional). Tetapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut,” imbuhnya.
Gibran juga menyampaikan permintaan maaf atas persoalan yang dialami masyarakat.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjut Wapres.
Ia memastikan pemerintah akan mengupayakan agar anak-anak yang terdampak dapat kembali sehat dan bersekolah.
“Kami pastikan anak-anak bisa sehat dan bersekolah kembali,” ujar Gibran.
Selain itu, Gibran ingin memastikan kondisi korban keracunan MBG mendapat perhatian dan penanganan yang diperlukan. Ia juga membuka opsi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki dukungan medis sesuai dengan kondisi pasien.
Menurut Gibran, kesehatan anak merupakan hal penting agar mereka dapat segera pulih dan kembali bersekolah. Karena itu, kehadiran Gibran disebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyembuhan bisa berlangsung cepat dan maksimal.
Gibran turut membawa dokter pribadinya untuk memeriksa kondisi pasien, sekaligus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Koordinasi dilakukan untuk memastikan apabila ada anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut, langkah rujukan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan medis.
Putra sulung mantan Presiden Joko "Jokowi" Widodo itu meminta agar dokter pribadinya untuk sementara tinggal di Karo, melayani anak-anak yang keracunan MBG.
“Ini saya kesini membawa dokter pribadi saya. Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” imbuh Gibran.