Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekda Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin. Dia diperiksa terkait dugaan korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.
"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Rabu (21/1/2026).
Kasus Bupati Ade Kunang, Sekda Bekasi Endin Samsudin Diperiksa KPK

Intinya sih...
Delapan saksi dipanggil KPK, termasuk Sekda Bekasi Endin Samsudin
Bupati Bekasi Ade Kunang, HM Kunang, dan Sarjan kena OTT KPK
1. Ada delapan saksi yang dipanggil KPK
Selain Endin, KPK juga memanggil tujuh saksi lainnya. Mereka adalah Romli Romliandi alias Obing selaku Dewas PDAM Tirta Bhagasasi; Muhamad Reza selaku Ajudan Bupati; Arief Firmansyah, Endung Mulyadi, Ilan Setiawan, dan Suwaji selaku wiraswasta; serta, Yuda Nugraha selaku Staf Tersangka Sarjan.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK," ujar dia.
2. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, HM Kunang, dan Sarjan kena OTT KPK
Diberitakan, Ade Kuswara terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (18/12/2025). Setelah pemeriksaan, KPK menetapkan tiga tersangka.
Mereka adalah Ade Kuswara Kunang selaku Bupati Bekasi, H.M Kunang yang merupakan Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah Ade Kuswara, serta pihak swasta bernama Sarjan.
3. Ade Kuswara diduga terima Rp14,2 miliar
Ade diduga menerima uang Rp14,2 miliar dari berbagai pihak. Ayahnya berperan sebagai perantara sebagian uang korupsinya, sedangkan Sarjan diduga memberikan Rp9,5 miliar kepada Ade.
Atas perbuatannya, ADK bersama-sama HMK selaku pihak penerima disangkakan Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara, SRJ selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi.