Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru kasus dugaan korupsi Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, dengan meneritkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Belum ada sosok yang ditetapkan sebagai tersangka dalam sprindik baru ini.
"Dari pendalaman terhadap alat bukti dan keterangan para saksi yang diperoleh selama proses penyidikan, penyidik menemukan fakta hukum baru yang memiliki relevansi dengan perkara pokok sehingga melakukan pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (20/7/2026).
"Di mana dalam perkara ini, KPK kemudian menerbitkan sprindik umum per Juli 2026 ini. Belum ada penetapan tersangka dalam pengembangan penyidikan ini," lanjut dia.
Sementara penyidikan berjalan, KPK telah memeriksa sejumlah saksi seperti Dian Putri Bungsu selaku Sales Marketing PT Cahaya Mas Cemerlang dan Muhammad Heriyanto selaku Direktur CV Buana Com, Direktur PT Buana Hasta Karya, dan Komisaris PT Andal Bina Mandiri.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK atas nama," ujar dia.
Dugaan korupsi Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Setelah OTT, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Muhammad Fikri Thobari selaku Bupati Rejang Lebong, Harry Eko Purnomo selaku Kepala Dinas PUPRPKP, Irsyad Satria Budiman selaku pihak swasta PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala selaku pihak swasta dari CV Manggala Utama, dan Youki Yusdiantoro selaku pihak swasta dari CV Alpagker Abadi.
Fikri diduga meminta fee atau ijon sekitar 10-15 persen dari nilai proyek pekerjaan di Kabupaten Rejang Lebong kepada pihak swasta. Uang itu diduga dipakai untuk kebutuhan lebaran, termasuk tunjangan hari raya.
Adapun tiga pihak swasta yang menjadi rekanan dalam proyek di Dinas PUPRPKP itu adalah Irsyad Satria Budiman selaku pihak swasta PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala selaku pihak swasta dari CV Manggala Utama, dan Youki Yusdiantoro selaku pihak swasta dari CV Alpagker Abadi.
Setelah itu, diduga terjadi penyerahan awal atas fee berupa uang dari ketiga rekanan. Totalnya mencapai Rp980 juta.
Edi Manggala menyerahkan Rp330 juta atau 3,4 persen dari nilai proyek pembangunan pedestrian dan drainase serta sports center senilai Rp9,8 M. Irsyad Satria Budiman menyerahkan Rp400 juta atau 13,3 persen nilai proyek pekerjaan jalan senilai Rp3 miliar.
Youki Yusdianto menyerahkan Rp250 juta atau 2,3 persen dari nilai proyek penataan bangunan dan lingkungan kawasan stadion sepakbola senilai Rp11 miliar.
Muhammad Fikri dan Harry Eko Purnomo sebagai pihak penerima disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b dan/atau 12 B UU No. 31/1999 Jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1/2023 tentang KUHP.
Irsyad Satria Budiman, Edi Manggala, dan Youki Yusdiantoro sebagai pihak pemberi disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar Pasal 605 Ayat 1 atau Pasal 606 Ayat 1 UU Nomor 1/2023 tentang KUHP Jo UU Nomor 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong Masuki Babak Baru

Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus KPP Banjarmasin, Mulyono Diperiksa 20 Jul 2026, 13:55 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Raja Juli Dinilai Berpotensi Jadi Tersangka KPK karena Skandal Amplop20 Jul 2026, 09:23 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
Kelompok Bersenjata Serang Desa di Nigeria, Puluhan Orang Tewas28 Oct 2026, 03:40 WIB
Hujan Deras Guyur Makassar, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Desember28 Oct 2026, 03:07 WIB
AMI Awards Buka Kategori Pesta Timur, Musik Daerah Makin Diakui28 Oct 2026, 03:06 WIB
Fadli Zon Ungkap Tantangan Musisi Indonesia untuk Go International28 Oct 2026, 03:05 WIB
Alasan Scroll Medsos saat Bangun Tidur Bikin Mood Hancur Seharian28 Oct 2026, 03:00 WIB
Sempat Dibekukan 10 Tahun, Norwegia Salurkan Lagi Hibah ke Hungaria28 Oct 2026, 02:46 WIB
520 Rumah di Bandung Barat Rusak Diterjang Puting Beliung28 Oct 2026, 02:37 WIB
AS Tetapkan Institut Konfusius China sebagai Ancaman Keamanan Nasional28 Oct 2026, 02:26 WIB
Iran Dituding Berupaya Serang Diplomat hingga Warga AS di Timur Tengah28 Oct 2026, 02:21 WIB
Fakta-Fakta Penembakan di Gereja Yordania yang Tewaskan 7 Orang28 Oct 2026, 02:18 WIB
Ukraina Gandeng Finlandia Kembangkan Sistem Komunikasi Satelit Sendiri28 Oct 2026, 02:14 WIB
Obama Kritik Tajam Kepemimpinan Donald Trump Saat Kampanye di Ohio28 Oct 2026, 02:12 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Desak Ganti Rugi Atas Serangan AS-Israel28 Oct 2026, 02:07 WIB
Sempat Kabur, Maria Corina Machado Akhirnya Pulang ke Venezuela28 Oct 2026, 02:05 WIB
Ribuan Warga Ceko Demo Tolak Rencana Reformasi Media di Negaranya28 Oct 2026, 02:02 WIB
Trump: Abdul El-Sayed Perlu Detektor Logam untuk Masuk Gedung Senat AS28 Oct 2026, 01:58 WIB
Eks Presiden Serbia Akui Kekalahan dari Pergerakan Mahasiswa di Pemilu28 Oct 2026, 01:56 WIB
Menhan Inggris Sebut Negara Harus Siap Perang dalam 1.000 Hari28 Oct 2026, 01:53 WIB
Kualitas Aset Digital Jadi Sorotan di Tengah Ekspansi Kripto28 Oct 2026, 01:06 WIB
APBN Kucurkan KUR Rp3,39 Triliun untuk 42 Ribu UMKM di Kaltim28 Oct 2026, 01:00 WIB