Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhut dan Menteri LH Tak Ikut Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Kata Istana
Presiden Prabowo Subianto rapat penanggulangan karhutla di Sumatra Selatan (Youtube.com/Sekretariat Presidn)
  • Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi karhutla di Kalimantan pada 22 Agustus 2026 dan Sumatra pada 24 Agustus 2026, sekaligus memimpin rapat penanggulangan.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat tidak terlihat dalam kunjungan Presiden, tetapi Istana menyebut keduanya telah mengunjungi lokasi karhutla.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden fokus mengajak Panglima TNI dan Kapolri untuk menyiapkan tambahan personel, peralatan, heli water bombing, serta motor trail modifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, pada Sabtu (22/8/2026), dan Sumatra, Senin (24/8/2026). Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo juga memimpin rapat penanggulangan karhutla di Kalimantan dan Sumatra.

Namun, dalam kunjungan ke Kalimantan dan Sumatra, tidak terlihat Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kedua menteri itu juga sudah berkunjung ke lokasi karhutla.

Prasetyo membantah Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup tidak diikutsertakan dalam kunjungan Presiden Prabowo.

"Gak, ya kebetulan kan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan kemudian termasuk di Sumatra Selatan, Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung juga kemari ke, apa, ke Sumatra Selatan. Jadi ini hanya masalah kebetulan saja," ujar Prasetyo usai rapat penanggulangan karhutla mendampingi Presiden Prabowo di Sumatra, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Presiden Prabowo hari ini fokus mengajak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Tujuannya, menambah kekuatan personel apabila dibutuhkan untuk pemadaman karhutla.

"Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli water bombing, kemudian tadi ada permohonan motor trail yang dimodifikasi gitu. Jadi hanya masalah kebetulan saja," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article